Kamis, 14 Mei 2026

GSN Jadi Alarm Keras Bandar Sabu, Desa Sisumut Persempit Ruang Gerak Jaringan Narkoba

Candra Siregar - Selasa, 12 Mei 2026 22:34 WIB
GSN Jadi Alarm Keras Bandar Sabu, Desa Sisumut Persempit Ruang Gerak Jaringan Narkoba
Lokasi ajang transaksi dan pemakai digulung pihak personil Polsek dan Desa serta organisasi GRANAT di Dusun Karangsari, Desa Sisumut.
Kotapinang, MPOL - Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) yang rutin digelar personel gabungan Polsek Kotapinang bersama Pemerintah Desa Sisumut dan organisasi GRANAT kini menjadi momok bagi pelaku narkoba di wilayah Dusun Karangsari, Desa Sisumut.

Baca Juga:
Penggerebekan demi penggerebekan yang dilakukan di titik-titik rawan peredaran dan pemakai garam cina disebut mulai memutus aktivitas para pemakai maupun jaringan pengedar yang selama ini mencoba beroperasi di areal perkebunan kelapa sawit warga, Selasa (12/05/2026).

Langkah tegas aparat bersama masyarakat itu dinilai berhasil mengubah situasi keamanan desa. Lokasi yang sebelumnya kerap disebut-sebut rawan transaksi narkoba kini terus diawasi ketat melalui patroli, pengintaian, hingga gerakan mendadak yang dilakukan secara rutin.

Ketua GRANAT, Rahmat Aruan menegaskan kegiatan GSN bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata perang terhadap narkoba yang selama ini meresahkan masyarakat.

"GSN sekarang sudah menjadi barometer bagi pelaku pemakai sabu-sabu. Begitu ada kegiatan gabungan turun, mereka langsung takut bergerak. Peredaran narkoba perlahan mulai berkurang dan kami berharap bisa benar-benar bersih," tegas Rahmat.

Ia juga membantah tudingan di media sosial yang menyebut Desa Sisumut Dusun Karangsari sebagai sarang jaringan narkoba serta menilai aparat kepolisian tidak bekerja maksimal.

Menurutnya, Polsek Kotapinang justru konsisten turun ke lapangan bersama masyarakat untuk memastikan wilayah tersebut tidak dijadikan tempat transaksi ataupun tempat pemakai narkotika.

"Kami sudah berkali-kali melakukan penggerebekan bersama polisi di lokasi yang dicurigai. Di lapangan tidak ditemukan aktivitas transaksi maupun aktivitas pemakai. Kalaupun ada, hanya ditemukan bekas alat pakai lama yang sudah tidak digunakan lagi," ujarnya.

Pemerintah Desa Sisumut melalui Kaur Pemerintahan Bustami Harahap mewakili Pj Kepala Desa Handayani Siregar menyebut pihak desa terus memperkuat pengawasan hingga tingkat RT, RW dan Dusun agar jaringan narkoba tidak berkembang.

"Kami tidak ingin Desa Sisumut dicap buruk. Pencegahan terus kami lakukan bersama aparat dan masyarakat. Sejak GSN rutin berjalan, aktivitas narkoba memang jauh menurun," kata Bustami.

Sementara itu, Kapolsek Kotapinang AKP Marulli Siregar melalui Panit I Ipda M. Lumban Tobing memastikan pihak kepolisian tidak akan memberi ruang bagi pelaku narkoba di wilayah hukum Polsek Kotapinang.

"Kami terus melakukan kontrol dan pengawasan terhadap peredaran narkoba maupun kriminalitas. Setiap ada laporan masyarakat, kami langsung bergerak cepat ke lapangan," tegas Tobing.

Perubahan situasi keamanan juga dirasakan langsung warga Dusun Karangsari. Nina (31) warga setempat, mengaku kondisi lingkungan kini jauh lebih aman dibanding sebelumnya.

"Dulu sering terlihat orang luar keluar masuk kampung tanpa jelas kegiatannya. Sekarang setelah polisi rutin patroli dan ada GSN, mereka sudah hampir tidak pernah terlihat lagi," ungkapnya.

Kegiatan GSN yang terus digelar itu menjadi sinyal kuat bahwa Desa Sisumut tidak lagi memberi ruang aman bagi pelaku penyalahgunaan narkoba. Kolaborasi aparat, pemerintah desa, dan masyarakat kini menjadi benteng utama dalam memutus mata rantai peredaran sabu-sabu di wilayah tersebut.***

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru