Medan, MPOL: PT.
Pertamina Patra Niaga melalui Sales Area Manajer Medan, Tito Rivanto, mengakui bahwa pendistribusian BBM ke
SPBU di Kota Medan terhambat karena adanya banjir yang terjadi sejak kemarin disejumlah daerah di Sumatera Utara.
Baca Juga:
"Masyarakat jangan panik. Untuk pasokan ketersediaan (stok) BBM di wilayah Kota Medan cukup. Namun begitu pendistribusian BBM ke
SPBU-SPBU yang ada di Kota Medan saat ini masih terkendala karena adanya beberapa kawasan yang masih terendam banjir," kata Tito Rivanto, Sabtu (29/11).
"Kami mohon kepada masyarakat untuk bersabar sebab pendistribusian BBM ke seluruh
SPBU yang ada di Kota Medan memakan waktu
2-3 hari kedepan," terang Tito.
Sebelumnya, Area Manager Communication, Relations & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan,
Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus memperkuat langkah penanganan darurat untuk menjaga kelancaran distribusi energi di wilayah Sumatera Utara, yang hingga saat ini masih berada dalam kondisi bencana akibat hujan ekstrem, angin kencang, dan tanah longsor di sejumlah daerah.
"Kondisi jalur transportasi yang sempat terputus menyebabkan beberapa
SPBU dan SPPBE mengalami keterbatasan operasional," katanya.
Disebutkan, berdasarkan laporan operasional hingga 27 November 2025 pukul 21.00 WIB, sebanyak 23 dari 406
SPBU di Sumatera Utara terdampak bencana. Stok BBM di Lembaga Penyalur tercatat 4.489 KL Gasoline dan 1.910 KL Gasoil.
Pada penyaluran LPG, 15 agen dan 5 SPBE juga terdampak, terutama karena kerusakan akses jalur logistik di beberapa titik, termasuk rute Pangkalan Susu-Brandan.
Membaiknya kondisi cuaca mulai memberikan dampak positif bagi proses pemulihan. Gelombang laut yang sebelumnya tinggi kini telah mereda sehingga kapal pengangkut BBM dapat bersandar di Fuel Terminal Medan Group.
Sejak hari ini, sambung Fahrouqi, proses recovery dan
normalisasi penyaluran BBM kembali dilakukan ke
SPBU-SPBU terdampak secara bertahap.
Pertamina Patra Niaga Sumbagut memastikan suplai terus bergerak dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta membeli BBM sesuai kebutuhan.
Untuk LPG, tantangan utama masih berada pada akses darat menuju wilayah Pangkalan Susu yang mengalami kerusakan. Sebagai langkah mitigasi,
Pertamina melakukan Reguler Alternatif Supply (RAE) dari IT Dumai untuk mendukung suplai LPG ke sejumlah SPPBE yang aksesnya terhambat.
Hingga hari ini, beberapa SPPBE tercatat masih dapat menyalurkan LPG ke Agen, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terlayani.
Pertamina menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan LPG untuk kebutuhan memasak di rumah.
Area Manager Communication, Relations & CSR
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menambahkan, seluruh tim di lapangan terus bekerja dalam ritme darurat untuk memastikan energi tetap menjangkau masyarakat di tengah situasi yang masih berkembang.
"Pertamina Patra Niaga Sumbagut menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas bencana yang hingga saat ini masih berlangsung di Sumatera Utara. Dengan membaiknya kondisi cuaca, proses pemulihan mulai berjalan dan kami fokus mempercepat
normalisasi penyaluran," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa langkah-langkah percepatan dilakukan melalui penambahan mobil tangki dari Dumai, pemanfaatan skid tank, penggunaan AE Suplai, serta penugasan Awak Mobil Tangki dari luar region untuk mempercepat recovery distribusi.
"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, aparat keamanan, serta para mitra transportir untuk membuka akses yang terhambat dan memastikan jalur distribusi yang masih dapat dilalui tetap aman," pungkasnya.
BENCANA ALAM
Banjir yang melanda wilayah Kota Medan menyebabkan masyarakat harus mengantri untuk membeli BBM di sejumlah
SPBU sejak Kamis (28/11) malam.
Pasalnya, ketersedian bahan bakar minyak (BBM) di beberapa
SPBU Kota Medan mendadak kosong. Akibat habisnya ketersedian pasokan BBM itu membuat masyarakat gaduh saat mengantri di
SPBU.
Pantauan hingga Sabtu (29/11) tengah malam, antrian panjang disetiap
SPBU masih terjadi. Untuk menjaga keamanan aparat kepolisian bersama petugas keamanan
SPBU berupaya mengatur antrian agar tidak terjadi kegaduhan.
Antrian juga terlihat sampai puluhan meter. Ruas jalan juga terpaksa digunakan mengingat
SPBU tidak mampu menampung antrian. Tak ayal arus lalulintas mengalami kemacetan.***
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Josmarlin Tambunan