Taput, MPOL -Usai tiba dari Jakarta dan mendarat di
Bandara Silangit, Dr. Erikson Sianipar langsung bergerak menemui pelaku usaha lokal di wilayah Kecamatan Siborong-borong.
Baca Juga:
ESI sapaan akrab Erikson Sianipar mengunjungi supplier pemasok telur, kemudian dilanjutkan ke supplier sayur-mayur.
Langkah cepat ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran UMKM dalam mendukung rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya dalam penyediaan bahan pangan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Dihadapan supplier, pemilik Yayasan Bisukma itu berdialog langsung dengan para pelaku usaha, mendengarkan kondisi usaha, tantangan yang dihadapi, serta peluang yang dapat dikembangkan ke depan.
Pertemuan berlangsung terbuka dan interaktif, mencerminkan pendekatan yang mengedepankan kolaborasi dan keberpihakan pada pelaku usaha lokal.
" UMKM harus menjadi prioritas, bukan hanya sebagai penyedia bahan, tetapi sebagai mitra strategis dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan program yang menyentuh langsung masyarakat, " ujar ESI kepada media ini, Rabu (15/4).
Selain mendengar aspirasi, Erikson juga memberikan edukasi terkait pengembangan usaha, mulai dari peningkatan kualitas produk, pengelolaan penjualan, hingga strategi pemasaran serta pemanfaatan teknologi digital.
Menurutnya, pelaku usaha perlu membangun karakter yang tangguh, memahami dinamika pasar, serta mampu membaca peluang di tengah berbagai tantangan.
" Naik dan turun dalam berusaha adalah hal yang wajar. Yang terpenting adalah tetap konsisten, terus belajar, dan menjaga kualitas produk," sebut ketua DPC Gerindra Taput itu.
Lanjut ESI, bahwa para supplier lokal akan diberikan perhatian khusus, termasuk prioritas dalam memasok kebutuhan bahan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dan mengungkapkan rencananya untuk menjembatani pelaku UMKM dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), guna membuka akses terhadap pelatihan, peningkatan kapasitas usaha, hingga peluang dukungan permodalan.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong UMKM untuk naik kelas, tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga dalam hal manajemen usaha, pemasaran, serta pemanfaatan teknologi.
Ia juga menekankan bahwa kualitas produk harus tetap menjadi prioritas utama, mengingat bahan yang dipasok akan dikonsumsi langsung oleh masyarakat, khususnya anak-anak dalam program MBG.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi lokal yang berkelanjutan, sekaligus memastikan bahwa program pemerintah dapat memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi penerima manfaat, tetapi juga bagi pelaku usaha di tingkat akar rumput.**
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News