Selasa, 26 Mei 2026

Pramugara Kereta Api Dibegal-Diancam Celurit Panjang di Jalan Krakatau, Korban Minta Pelaku Ditangkap

Ardi Yanuar - Senin, 25 Mei 2026 22:15 WIB
Pramugara Kereta Api Dibegal-Diancam Celurit Panjang di Jalan Krakatau, Korban Minta Pelaku Ditangkap
Ardi.
Jalan Krakatau Ujung, Kecamatan Medan Timur, kawasan di mana Pramugara KAI dibegal.
Medan, MPOL - Korban begal, Ridho Tri Syahputra (20) berharap sekaligus meminta kepada polisi agar para pelaku yang merampas sepeda motornya ditangkap. Komplotan pelaku berkisar delapan orang itu membawa empat bilah celurit panjang dan mengancam korban saat melintas di Jalan Krakatau, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.

Baca Juga:
Akibat dari kejadian tersebut, sepeda motor Vario warna putih-biru BK 2983 AFF milik warga Jalan Perwira II, Medan Timur, itu dirampas dan dibawa kabur para pelaku. Atas peristiwa yang dialaminya, korban telah membuat laporan polisi.

"Semoga cepat ketemu kereta saya dan pelakunya dikasih hukuman sepantasnya biar jera para pelakunya," kata korban kepada Medan Pos, Senin (25/5/2026).

Selain itu, korban yang berprofesi sebagai Pramugara Kereta Api Indonesia (KAI) jurusan Medan-Rantauprapat juga sangat berharap Polsek Medan Timur melakukan patroli di wilayah hukumnya, khususnya di lokasi rawan kejahatan agar masyarakat tetap merasa aman dan terlindungi saat pulang mencari nafkah.

"Saya berharap polisi juga sering-sering patroli di tempat-tempat yang rawan begal, kalau bisa pun menyeluruh biar tidak ada kesempatan lagi tindak kejahatan jalanan di Medan ini," harapnya.

Sebelumnya, wilayah hukum (wilkum) Polsek Medan Timur kini menjadi momok menakutkan bagi masyarakat yang melintas di waktu malam hingga dini hari. Hal ini membuktikan lokasi rawan kejahatan jalanan kembali muncul, terutama pencurian dengan kekerasan (curas) yang biasa disebut begal.

Bukan tanpa alasan, seorang pria menjadi korban pembegalan oleh sekelompok pelaku saat melintas di Jalan Krakatau, Kecamatan Medan Timur. Akibatnya, korban Ridho Tri Syahputra (20) kehilangan sepeda motor Honda Vario warna putih yang dirampas pelaku. Sebelum motornya dirampas, korban yang tinggal di Jalan Perwira II, Medan Timur, ini lebih dulu dipepet komplotan pelaku lalu diancam dengan senjata tajam (sajam) jenis celurit panjang.

"Saya baru pulang kerja di Stasiun Kereta Api Medan sekitar jam 4 subuh. Pas pulang, lewat Jalan Krakatau dipepet dan dihadang pelaku berjumlah 7-8 orang mengendarai empat sepeda motor berboncengan. Setelah dicegat, satu pelaku turun mengancam saya dengan celurit," kata korban kepada Medan Pos, Sabtu (23/5/2026) siang.

Pramugara Kereta Api Indonesia (KAI) itu mengaku tidak ada mengalami firasat buruk ataupun merasa diikuti oleh para pelaku. Malangnya, tiba-tiba saja saat hendak sampai ke rumahnya, korban dibegal komplotan pelaku. Karena jumlah pelaku yang cukup banyak dan membawa sajam, korban yang sudah ketakutan dan merasa jiwanya telah terancam kemudian hanya bisa pasrah walau sempat berteriak meminta pertolongan.

"Kejadiannya, Jumat (22/5/2026) sekira pukul 04.30 WIB. Saya dicegat, yang saya ingat yang didepan memakai hoodie warna hitam. Mereka (pelaku) memang ramai sekali. Lalu, pelaku yang berada di belakang turun mendekati saya sambil mengacungkan celurit ke arah wajah saya. Mereka membawa (menenteng) 4 celurit," ungkapnya.

"Ada ibu-ibu yang lagi bakar sampah di dekat situ, ibu itu pun gak berani juga, ramai kali pelakunya," katanya.

Akibat dari peristiwa yang dialaminya, korban sangat berharap agar para pelaku segera ditangkap dan sepeda motornya yang digunakan untuk mencari nafkah itu bisa kembali. Apalagi, masyarakat sudah sangat resah karena maraknya aksi begal.

Kapolsek Medan Timur, Kompol Agus M. Butarbutar ketika dikonfirmasi terkait kejadian tersebut dan rawannya kejahatan jalanan di wilayah hukumnya masih memilih bungkam. *

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ardi Yanuar
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru