Kamis, 04 Juni 2026

Demi Kelancaran Program MBG di Pematangsiantar, SPPG Dekat Kandang Babi Bersedia Pindah

Neti Herawati - Kamis, 04 Juni 2026 19:43 WIB
Demi Kelancaran Program MBG di Pematangsiantar, SPPG Dekat Kandang Babi Bersedia Pindah
Ist
Sekda Pematangsiantar Junaedi Sitanggang (baju korpri) sebagai Ketua Satgas MBG saat hadiri mediasi terhadap SPPG bermasalah.

P.Siantar, MPOL -Demi Kelancaran Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba Kota Pematangsiantar, yang bermasalah karena berdekatan dengan kandang babi, akan pindah ke lokasi yang baru.

Baca Juga:
Hal itu disampaikan Camat Siantar Martoba, Rilan Syakban Pohan, SSTP. M.Si. Bahkan, rencana pindah, kata Rilan, sudah dinyatakan pihak SPPG secara tertulis saat dilakukan mediasi antara pihak SPPG dengan masyarakat pemilik kandang babi, Kamis (04/06/2026).

"Karena mediasi tidak ada titik temu dan pihak SPPG sebagai pengadaan program MBG, akhirnya bersedia pindah ke lokasi yang baru," kata Camat Siantar Martoba, Rilan Syakban Pohan SSTP, MSi yang memfasilitasi mediasi, Kamis (04/06/2026).

Dijelaskan, mediasi dihadiri Sekda Kota Pematangsiantar Junaedi Antonius Sitanggang sebagai Ketua MBG Kota Pematangsiantar, Koordinator SPPG Wilayah Pematangsiantar Haidar Alvin Zardar dan sejumlah pihak lain, termasuk dari Koramil melalui Babinsa setempat.

Sementara, Haidar Alvin Zardar, sebagai pengawas seluruh SPPG di Kota Siantar mengatakan, permasalahan SPPG itu muncul sejak dua bulan saat SPPG beroperasi, atas pengaduan masyarakat.

Untuk itu, Koordinator SPPG Wilayah Pematangsiantar langsung memberi teguran lisan kepada pihak SPPG agar operasional SPPG dimaksud sesuai standart Operasional (SOP).

Karena masalah itu tetap muncul, dilakukan mediasi antara pihak SPPG dengan pemilik ternak babi sekira bulan Mei lalu. "Tapi, tidak ada titik temu," kata Haidar Alvin.

Pada mediasi pertama itu, ada solusi agar kandang babi dipindahkan jauh dari lokasi SPPG. Atau, antara kandang babi dengan bangunan dapur SPPG dibangun tembok tinggi. Namun, kedua solusi itu juga tidak disepakati. Karena pihak SPPG menilai biaya yang ditanggungnya terlalu besar.

Selanjutnya, dilakukan mediasi kedua yang tetap tidak ada titik temu. Untuk itu, pihak SPPG akhirnya menyatakan siap pindah dengan membuat surat pernyataan tertulis. Rencana pindah minggu kedua bulan Juli 2026. Sebelum mediasi itu, dilakukan peninjauan terhadap bangunan SPPG dan kandang babi.

"Soal lokasi dan gedung baru sudah ada gambaran dan masih di Kecamatan Siantar Martoba," kata Haidar Alvin sembari mengatakan masalah itu sudah dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Kepala Regional Sumatera Utara di Medan.

Lebih lanjut dikatakan, solusi yang diambil pihak SPPG itu dinilainya tepat, agar tidak menimbulkan masalah yang berlarut-larut. Sehingga, program MBG yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto di Kota Pematangsiantar tetap berjalan lancar dan sesuai SOP.

Untuk itu, pihak SPPG diminta agar berkomitmen mematuhi pernyataan yang sudah ditandatangani agar pindah sesuai jadwal. Terkait dengan lokasi dan bangunan SPPG yang baru akan tetap dipantau agar sesuai standart.
"Kita hanya ingin program MBG di Kota Siantar berjalan aman dan lancar tanpa masalah," kata Haidar Alvin mengakhiri.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru