Sabtu, 20 Juni 2026

Kondisi Pasar Induk Mini Medan Marelan Memprihatinkan

Josmarlin Tambunan - Sabtu, 20 Juni 2026 18:54 WIB
Kondisi Pasar Induk Mini Medan Marelan Memprihatinkan
Kondisi Pasar Mini Induk Marelan sangat memprihatinkan, dibangun dengan biaya puluhan milyar rupiah dari ABPD dan APBN.(ist)
Marelan, MPOL: Gedung Pasar Induk Mini Marelan Market yang berlokasi di Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Baca Juga:
Sumber Dana APBN dan APBD Medan

Proyek infrastruktur publik yang menelan anggaran Rp25 Milyar bersumber dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Total biaya APBN ini digelontorkan berkisar 75 M untuk pembangunan 3 pasar yakni Kp Lalang, Belawan dan Marelan.

Sayang pembangunan pasar Marelan ini sempat terhenti pada tahun 2014-2015 tanpa diketahui penyebabnya. Kemudian di tahun 2016 kembali dikeluarkan dana berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Rp 26,9 Miliar.


Ketua P3TM Pasar Marelan, Alia Suan.(dok)


Melalui lelang pembangunannya dimenangkan PT Bukit Zaitun selaku pelaksana pembangunan. Namun informasi dilapangan menyebutkan di tahun 2017 pembangun pasar Marelan terhenti kembali, tanpa diketahui penyebabnya, dengan kondisi hanya pembangunan fisik, tanpa ada kios dan stand meja.

Kerusakan Fisik dan Fasilitas Terbengkalai

Saat ini kondisi bangunan megah berlantai dua ini mengalami penurunan kualitas yang drastis. Dari pantuan sejumlah media dilapangan kondisi kerusakan terjadi pada lantai dua gedung yang sudah tidak memiliki atap seng, serta Plafon dilantai satu gedung berlumut dan bocor

Ketua Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Medan (P3TM) Pasar Marelan Alia Suan mengatakan sebagian besar area langit-langit gedung dilantai dua mengalami pelapukan, jebol, dan bocor akibat rembesan air hujan.

"Lantai dan dinding Retak, struktur lantai di area los pedagang mulai pecah-pecah, dipenuhi lumut, dan dinding bangunan utama menunjukkan retakan vertikal yang cukup lebar.

Dilantai dua ini sudah tidak ada lagi yang berdagang, kios sudah rusak parah, atap bukan dari seng, tapi bahannya seperti karton berbentuk seng, tidak sampai satu tahun sudah rusak," ungkap Ali Suan, Jum'at (19/6/2026).

Tidak hanya itu, Ali Suan juga mengungkapkan fasilitas sanitasi gedung Pasar Marelan sangat buruk. Saluran drainase di dalam pasar tersumbat, menimbulkan bau menyengat, serta tumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik.

Padahal menurut Ali Suan, pedagang telah memberikan retribusi kepada PD Pasar Kota Medan secara rutin dengan total lebih kurang Rp 1,3 Milyar di tahun 2026 ini.

"Lapak kios dipasar Marelan ini sudah banyak kosong, ratusan meja beton (los) dan kios yang sedianya diperuntukkan bagi pedagang ditinggalkan karena sepi pembeli dan kondisi fasilitas yang tidak nyaman," ungkap Ali Suan.

Kekecewaan Pedagang dan Warga

Lebih lanjut Ali Suan mengatakan sejumlah pedagang mengeluhkan tata kelola bangunan yang terkesan asal-asalan. Investasi besar dari uang negara ini dinilai sia-sia.

Karena tidak mampu mendongkrak perekonomian lokal, justru para pedagang lebih memilih berjualan di luar area gedung karena faktor keamanan fisik bangunan yang mengkhawatirkan.

Masyarakat sekitar dan para pengguna fasilitas pasar mendesak Pemerintah Kota Medan melalui PUD Pasar untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap bangunan fisik pasar Marelan.

Bahkan Ali Suan juga meminta pemerintah terkait melakukan audit investigasi terhadap konstruksi bangunan yang menggunakan dana negara pusat dan daerah karena terkesan tidak maksimal.

"Kami meminta tim penegak hukum, dan KPK melakukan investigasi atas pembangunan, kerusakan, dan minimnya perawatan pasar induk mini Medan Marelan ini," tegas Ali Suan.(kcu)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Josmarlin Tambunan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru