Kamis, 02 Juli 2026

Suami Meninggal, Anak Sakit, Rumah Malah Dibobol Maling, Kapolrestabes Medan Perintahkan Ungkap dan Tangkap Pelakunya

Iwan Suherman - Kamis, 02 Juli 2026 12:39 WIB
Suami Meninggal, Anak Sakit, Rumah Malah Dibobol Maling, Kapolrestabes Medan Perintahkan Ungkap dan Tangkap Pelakunya
Ist
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak didampingi Wakapolrestabes, AKBP Rudy Silaen, Kasat Reskrim, AKBP Adrian Risky Lubis, dan Kasat Intel, Kompol Lengkap Suherman Siregar.
Medan, MPOL -

Baca Juga:
Sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu di Kota Medan menangis histeris usai rumahnya diduga dibobol maling viral di media sosial.

Kisah pilu yang dialaminya menyentuh perhatian publik karena cobaan datang bertubi-tubi dalam hidupnya.

Dalam video yang beredar, perempuan tersebut mengaku rumahnya dibobol pencuri saat ia selama hampir dua pekan menjaga anaknya yang sedang menjalani perawatan di RSUD Dr. Pirngadi Medan.

Tak hanya kehilangan harta benda, ia juga baru saja ditinggal sang suami untuk selama-lamanya sebelum anaknya jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit.

Sambil menahan tangis, ibu tersebut memohon bantuan agar kasus yang dialaminya mendapat perhatian.

"Aku kemalingan pak, tolonglah aku. Lakik ku meninggal, anak ku sakit masuk rumah sakit, rumah ku dimaling," ucapnya dalam video yang viral di medsos.

Korban mengaku telah melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian dan juga menyampaikan peristiwa tersebut kepada kepala lingkungan.

Namun, pada saat itu, ia merasa belum mendapatkan solusi yang diharapkannya.

Menanggapi video viral tersebut, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengaku prihatin atas musibah yang dialami korban.

"Saya turut prihatin. Dalam video itu dijelaskan ibu tersebut mengalami beberapa kemalangan. Suaminya meninggal, anaknya sakit dan dirawat di rumah sakit, lalu saat pulang justru mendapati rumahnya kemasukan pencuri dan sejumlah barang hilang," ujar Calvijn, Rabu 1 Juli 2026.

Tak mau menunggu lama setelah mengetahui informasi tersebut, Kapolrestabes langsung memerintahkan Kasat Reskrim Polrestabes Medan untuk menghubungi dan mengundang korban ke Mapolrestabes Medan.

Menurutnya, langkah pertama yang dilakukan bukan hanya menangani laporan pidana, tetapi juga memberikan pendampingan psikologis kepada korban dan anaknya.

"Pendekatan pertama adalah trauma healing terhadap ibu itu dan anaknya. Kami juga mengundang Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) untuk memastikan kondisi kesehatannya," kata Calvijn didampingi Wakapolrestabes, AKBP Rudy Silaen, Kasat Reskrim, AKBP Adrian Risky Lubis dan Kasat Intel, Kompol Lengkap Suherman Siregar.

Lebih lanjut, Jean memastikan pihaknya akan membantu mengganti barang-barang milik korban yang hilang akibat aksi pencurian tersebut.

"Kami memastikan barang-barang yang hilang akan kami belikan kembali dan kami berikan kepada ibu tersebut supaya paling tidak hatinya sedikit tenang terlebih dahulu," ungkapnya.

Meski demikian, Kapolrestabes menegaskan proses hukum terhadap pelaku pencurian tetap menjadi prioritas.

Ia meminta jajarannya segera mengungkap kasus tersebut.

"Terkait dengan tindak pidananya, saya sampaikan kepada jajaran ini harus ditindak dan harus dilakukan pengungkapan kasus karena ini termasuk pencegahan pemberatan," ujarnya.

"Sudah berani masuk ke dalam rumah warga, tidak dilihat dari jumlah nominal barang yang dicuri tetapi melihat dari tindakan pidana yang dilakukan," pungkas Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak.(*)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Iwan Suherman
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru