Jumat, 10 Juli 2026

Anggaran Revitalisasi Rp1,59 Miliar Mengalir ke SMP Negeri 3 Medang Deras, Pekerjaan Mulai Berjalan

Muhammad Amin - Jumat, 10 Juli 2026 18:07 WIB
Anggaran Revitalisasi Rp1,59 Miliar Mengalir ke SMP Negeri 3 Medang Deras, Pekerjaan Mulai Berjalan
Sejumlah pekerja melakukan pemasangan rangka baja dan pembongkaran bangunan pada proyek revitalisasi SMP Negeri 3 Medang Deras yang didanai APBN Tahun Anggaran 2026 senilai Rp1,59 miliar.
Batu Bara, MPOL- Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1.595.875.000 untuk merevitalisasi SMP Negeri 3 Medang Deras, Kabupaten Batu Bara. Bantuan yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 itu mulai direalisasikan dengan pelaksanaan pekerjaan di lingkungan sekolah.

Baca Juga:

Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan tersebut merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Pekerjaan dilaksanakan oleh P2SP selama 100 hari kalender, mulai Juni hingga September 2026.

Wakil Kepala SMP Negeri 3 Medang Deras, Sugeng, mengatakan dana bantuan pemerintah disalurkan langsung ke rekening sekolah dan dikelola dengan kepala sekolah sebagai penanggung jawab kegiatan.

Menurut Sugeng, anggaran revitalisasi digunakan untuk merehabilitasi berat tujuh ruang kelas, satu ruang perpustakaan, satu ruang laboratorium, satu ruang guru, serta musala.

"Semua anggaran masuk ke rekening sekolah. Kegiatan ini untuk rehab berat tujuh ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, ruang guru, dan musala," ujarnya saat ditemui, Kamis (9/7/2026).

Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas pembangunan telah berlangsung. Sejumlah pekerja terlihat memasang rangka baja atap, sementara beberapa bangunan lama telah dibongkar sebagai bagian dari proses rehabilitasi.

Di lokasi yang sama, seorang pekerja bernama Susi mengaku baru dua hari bekerja bersama delapan rekannya yang berasal dari Desa Pakam Raya.

"Saya baru dua hari kerja. Kami ada sembilan orang dari Desa Pakam Raya. Kalau kepala tukangnya saya kurang tahu," katanya.

Susi juga mengaku belum menerima alat pelindung diri (APD) selama bekerja di proyek tersebut.

"Belum ada safety yang diberikan. Kami bekerja seperti ini saja," ucapnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan dari pihak pelaksana proyek mengenai pernyataan pekerja terkait belum tersedianya APD. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak terkait guna memenuhi asas keberimbangan pemberitaan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru