Sabtu, 08 Agustus 2026

Bahrumsyah: Pancasila Tak Sekadar Dibaca dan Dihafal

Rifki Warisan - Sabtu, 08 Agustus 2026 17:07 WIB
Bahrumsyah: Pancasila Tak Sekadar Dibaca dan Dihafal
Istimewa
Anggota DPRD Medan, T. Bahrumsyah, saat Pelaksanaan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wasbang di Jalan Kelapa, Gang A. Kasim, Kel. Belawan Sicanang, Kec. Medan Belawan, Sabtu (8/8/2026).
Medan, MPOL-Ketua Fraksi PAN-Perindo DPRD Kota Medan, T. Bahrumsyah, menegaskan Pancasila tak sekadar dibaca dan dihafal, tetapi nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila itu harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:

Penegasan itu disampaikannya pada Pelaksanaan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Kelapa, Gang A. Kasim, Lingkungan XIX, Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Sabtu (8/8/2026).


Para pemimpin bangsa terdahlu, kata Bahrumsyah, membuat fondasi agar bangsa Indonesia kuat di kemudian hari. "Para pemimpin bangsa memikirkan bagaimana bangsa ini mempunyai falsafah hidup, tercipta suasana damai dan harmonis di tengah-tengah masyarakat. Makanya, lahirlah Pancasila sebagai pedoman hidup bangsa," katanya.

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, kata Wakil Ketua Komisi III itu, mengajarkan bagaimana anak bangsa dapat ber-Tuhan dan mempunyai agama. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, mengajarkan anak bangsa mempunyai pemikiran toleransi, berakhla dan beradab. "Perilaku saja tidak cukup. Perlu adab, agar tidak biadab," katanya.

Sila Persatuan Indonesia, sambung legislator dari Dapil II meliputi Kecamatan Medan Marelan, Medan Labuhan dan Medan Belawan itu, karena Indonesia dihuni oleh berbagai ras, suku dan agama, sehingga rentan terjadinya pecah belah antar anak bangsa.

Selama ini, tambah Bahrumsyah, sikap toleransi sudah menjauh dalam kehidupan dan sesama anak bangsa saling menyakiti. "Sila ketiga ini mengajarkan kita untuk tetap menjaga persatuan kesatuan. Kita tetap satu bangsa, sau negara dan satu tanah air," sebutnya.

Sila keempat Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, lanjut Bahrumsyah, mengajarkan tiap level anak bangsa dalam mengambil keputusan selalu dilakukan dengan bermusyawarah.

"Sila keempat ini terkandung nilai-nilai semangat gotong royong serta dasar bermusyawarah untuk mengambil mufakat. Bukan cara-cara liberal yang diakhiri dengan voting," katanya.

Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, sebut politisi Partai Amanat Nasional PAN) itu, mengajarkan anak bangsa untuk saling membantu dan penguasa membantu rakyat.

"Dari dulu pemimpin bangsa ini sudah memikirkannya. Mari kita kembali ke Pancasila dalam menjalankan kehidupan. Kalau nilai-nilai Pancasila dijalankan dengan baik, maka kehidupan berbangsa dan bernegara akan damai," katanya. **

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru