Minggu, 16 Agustus 2026

Tanjungbalai Bercerita: Ketika Hujan Banjir, Saat Panas Gersang dan Menyengat

Anafisham Jambak - Minggu, 16 Agustus 2026 17:29 WIB
Tanjungbalai Bercerita: Ketika Hujan Banjir, Saat Panas Gersang dan Menyengat
Ist
Jalan saat hujan terjadi Jumat sekitar pukul 14.00.Wib.
Tanjungbalai, MPOL -Haaaanyalahhhh,beginilah keadaan Kota Tanjungbalai kito ini,hujan sedikit,dahhh banjir.Padahal sudah awak tengoknyo Pemirintah kitoni melakukan pengorekan parit,tapi totap sajo kalo hujan sedikit non nan bajir.Heran pulak nyo aku menegok kota Tanjungbakai Kito ini.

Baca Juga:
Sudah nampak kita nyo jolas Pemerintah kitoni melakukan pengorekan parit,sampai sampai dilakukan Gotong royong melibatkan Kepling dan warga hampir satahun penuh,namun tetap jugo kalau hujan banjir.Bukan kita menceritoi Pemerintah Kito ini Yo,tapi inilah nan sebonarnya nampak kepalo Kito setiap hujan turun melanda kota Tanjungbalai yang Kito cintai ini.

Bukan Kito anggap karojoan orang tu tidak berhasil mengorek parit,tapi mengapo kog lambat kali Airnyo bejalan surut lopas kebawah/ surut.Bisanyo pulak sampai Ber jam-am,pokoknyo yang lambatklah baru surut.

Demikian dikatakan beberapa warga masyarakat Kota Tanjungbalai saat ngopi disalah satu kedai Kopi di Jalan. Julius Usman Kelurahan Pantai Burung Kecamatan Tanjungbalai Selatan Kota Tanjungbalai Minggu(16/8) ketika kehujanan pada Jumat kemarin dengan logat Tanjungbalai yang kental.

Begitu juga warga yang lain saat ngopi yang tidak jauh dari lokasi kedai kopi di Jalan Julius Usman,dengan nada hampir mirip dengan warga tadi.Warga yang ini sedikit agak miring dengan konennya.

Bukan saya sok pintar,tapi kalau melihat pengorekan parit oleh Pemerintah Kota kita ini,sepertinya ada yang paling utama yang harus di gali pengorekany.Seharusnya yang paling utama dulu di korek parit itu,dimulai dari mengalir terhakhir.Seperti muaranya yang mengalir ke sungai.Hampir suluruh parit yang ada di Kota Tanjungbalai ini,muaranya ke sungai.Ada yang Sungai Silau,Sungai Asahan,Sungai Bandar Jepang,dan sejumlah anak ana sungai yang ada di Kota Tanjungbalai.

Harusnya tak palah menunggu lama air banji yang menggenang di jantung Kota Tanjungbalai ini,kerena Kota Tanjungbalai dikelilingi Sungai.Jadi kalau begitu hujan airnya langsung mengalir kesungai tidak menunggu lama,itu kalau dilakukan pengorekan dimulai parit ada muaranya di pinggi sugai,kata warga sambil ketawa lebar menikmati kopi dan rokok yang terletak diatas meja.

Untung saja lapangan terbuka Abdul Jalail Rhmadsya tidak tergenang banjir hujan.Kakau sempat lapang ini kena banjir hujan,entah dimanakah nanti aca resepsi 17 Agustus di laksanakan,hanya itulah satu satu nya lapangan terbuka yang ada milik Pemko Tanjungbalai,kata warga sedikit susah hati.

Di tempat terpisah warga lain mengatakan,seharusnya Pemerintah Kota tidak perlu melakukan penumbangan pohon yang ada.Pemerintah Kota harusnya cukup merapikannya saja.Mengapa saya bilang begitu....! kerena pohon juga meresap air.Apali pohon yang tumbang itu pohon kayu mahoni yang sangat kuat dan banyak meresap air.

Kita lihat sajalah sekarang di sepanjang Jalan Sudirman,hampir semua pohon kayu mahoni sudah di tumbang,hanya sehagian kecil yang dirapikan.Kalau di Pasar Teraktor pohon kayu mahoni sudah habis ditumbang tak ada yang Ter sisa.Padahal pohon kayu mahoni itu pengikat Benteng parit yang ada sepanjang lebih kurang 20.000 Meter.

Saya masih ingat dengan keberadaan poho kayu mahoni itu.Penabaman poho yaku mahoni itu,ada salah satu Program Mentri kehutanan M.S.Kaban.Pada waktu itu adalah Program dengan menanam pohon sebanyak 1000 batang yang keguanaanya untuk menangkal pemanasan Global.Program itu dilanjutkan dengan Pemerintah Kota,waktu itu,Wali Kota Tanjungbalai di jabat,Dr.H.Sutrisno Hadi S.Og Almr.Beliau bersama Kadis Kabit dan Kasi se-Pemko Tanjungvakai secara bersama sama melakukan penanaman pohon kayu tersebut.

Sekarang bisa kita lihat dan kita rasakan saat ini,kalau hanya hujan sedikit sudah banjir.Kalau panas sebentar terasa gersang terasa menyengat.Yang terasa menyengat ketika panas sebentar yang paling terasa di Pasar traktor.Beginilah keberadaan Kota Tanjungbalai yang kita Cintai ini hahahaha,kata warga sambil tertawa lebar sidit melawak.***

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru