Jumat, 21 Agustus 2026

Indako Ajak Masyarakat Batunadua Kenali “Sinyal Bahaya” Sebelum Berkendara

Rifki Warisan - Kamis, 20 Agustus 2026 23:30 WIB
Indako Ajak Masyarakat Batunadua Kenali “Sinyal Bahaya” Sebelum Berkendara
Istimewa
PT Indako Trading Coy gelar "Edukasi dan Sosialisasi Keselamatan Berkendara For Public" di Kantor Camat Batunadua, Padang Sidimpuan, Rabu (19/8/2026)
P. Sidimpuan, MPOL - Keselamatan di jalan tidak selalu bermula dari bagaimana seseorang mengendalikan sepeda motor. Jauh sebelum kendaraan bergerak, keputusan kecil seperti menahan diri untuk tidak terburu-buru, tetap fokus, dan tidak memaksakan kondisi justru menjadi bagian penting dari upaya #cari_aman.

Baca Juga:
Pesan tersebut menjadi salah satu perhatian PT Indako Trading Coy selaku main dealer Honda di wilayah Sumatera Utara melalui kegiatan "Edukasi dan Sosialisasi Keselamatan Berkendara For Public" yang digelar di Kantor Camat Batunadua, Padang Sidimpuan, Rabu, 19 Agustus 2026.

Kegiatan ini terlaksana bersama dealer Honda Anugrah Multi Jaya Padang Sidimpuan dengan menghadirkan Instruktur Safety Riding terlatih PT Indako Trading Coy, Wan Muhammad Fahreza.

Berbeda dari sekadar mengingatkan peserta untuk mematuhi aturan lalu lintas, edukasi kali ini mengajak masyarakat melihat kecelakaan dari sisi yang lebih dekat dengan kebiasaan sehari-hari.

Empat perilaku yang berpotensi meningkatkan risiko di jalan menjadi pembahasan utama, yakni melakukan aktivitas lain selain berkendara, berkendara terburu-buru, merasa berhak didahulukan, serta memaksakan diri ketika kondisi tidak mendukung.

Selain itu, salah satu sesi yang mendapat perhatian peserta adalah demonstrasi postur berkendara. Fahreza mengajak peserta mengenali posisi mata, pundak, siku, tangan, pinggul, lutut, dan kaki saat mengendarai sepeda motor.

Peserta kemudian mengikuti arahan tersebut secara langsung sehingga pemahaman mengenai postur berkendara tidak berhenti pada teori, tetapi dapat dirasakan melalui praktik.

Interaksi tersebut membuat suasana edukasi menjadi lebih cair. Peserta terlihat mengikuti gerakan yang dicontohkan instruktur sekaligus memperhatikan kembali posisi tubuh masing-masing. Dari aktivitas sederhana itu, peserta diajak memahami bahwa kenyamanan dan fokus ketika berkendara juga dipengaruhi oleh cara tubuh diposisikan di atas kendaraan.

Wan Muhammad Fahreza mengatakan, keterlibatan langsung peserta menjadi bagian penting agar pesan keselamatan lebih mudah dipahami dan diingat. "Kalau hanya mendengar, mungkin peserta memahami secara teori. Tetapi ketika langsung mencoba, mereka bisa merasakan sendiri perbedaannya. Harapannya, pengalaman sederhana dari kegiatan ini bisa terbawa saat mereka kembali #cari_aman dalam berkendara di jalan," ujar Fahreza.

Kehadiran edukasi keselamatan berkendara di lingkungan pemerintahan Kecamatan Batunadua juga menjadi bagian dari upaya Indako memperluas jangkauan pesan keselamatan kepada masyarakat. Sebab, budaya #cari_aman tidak hanya dibutuhkan oleh kelompok tertentu, tetapi merupakan kebiasaan yang perlu dibangun bersama oleh setiap pengguna jalan.

Melalui edukasi yang dikemas interaktif dan dekat dengan kebiasaan berkendara sehari-hari, Indako Honda berharap semakin banyak masyarakat yang mampu mengenali potensi risiko, mengambil keputusan secara bijak, serta menjadikan keselamatan sebagai bagian dari perjalanan, bukan sekadar tujuan akhir. **

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru