Medan, MPOL -Narkoba dan Judi Marak di Sibolangit, Ketua Umum PBK: Kapolda Sumut Jangan Permainkan Astacita Presiden
Baca Juga:
Kawasan wisata Sibolangit mulai dikotori permainan judi dan peredaran narkoba. Ada sedikitnya 8 titik lokasi permainan judi plus peredaran narkoba. Aktivitas itu sudah lama berlangsung seolah tidak tersentuh hukum.
Menyikapi maraknya judi dan narkoba di kawasan Sibolangit itu, Ketua Pemuda Barisan Karo, Jesaya Tarigan mendesak agar Kapolda Sumut, Kapolrestabes Medan hingga Kapolsek Pancurbatu untuk segera bertindak.
"Judi dan narkoba di Sibolangit itu jelas merusak generasi penerus bangsa. Oleh karena kami meminta agar penegak hukum segera bergerak melakukan penindakan," ujarnya.
Ia menerangkan, pemberantasan judi dan narkoba merupakan program prioritas Asta Cita ke 7 Presiden Prabowo Subianto. "Tentunya program Presiden ini harus berjalan dalam mewujudkan Indonesia, Sumatera Utara, bebas dari judi dan narkoba yang menjadi penyakit masyarakat serta merusak generasi penerus bangsa, jangan dipermainkan apalagi tidak dijalankan, itu sama namanya membangkang program pemerintah presiden Prabowo," terangnya.
"Apabila peredaran narkoba dan judi masih marak di kawasan Sibolangit, kita curiga ada permainan (Main Mata) dengan oknum tertentu. Namun begitu Pemuda Barisan Karo tetap berkeyakinan aparat penegak hukum dalam memberantas dan membersihkan penyakit masyarakat judi serta narkoba tersebut," harap Jesaya, Sabtu (5/9).
Berdasarkan investigasi awak media Jumat (04/9/2026), aktivitas perjudian dan peredaran narkoba di kawasan Bumi Perkemahan Pramuka Sibolangit yang dikelola "Dog" masih terlihat eksis, demikian juga di Bunga Low Sibolangit hingga Belakang Villa Lotus yang dikelola oleh "Doman".
Untuk masuk ke tiga arena judi dan peredaran narkoba itu setiap pemain judi atau pembeli narkoba tidak diperbolehkan membawa handphone ke lokasi, bahkan penjagaan masuk kelokasi pun dijaga begitu ketat.
Sosok "Dog dan Doman" tidak asing lagi bagi warga Pancurbatu hingga Tanah Karo. Mereka preman yang ditakuti dikawasan Sibolangit terkhusus seputaran Bandar Baru dan Kecamatan Pancurbatu.
Khusus Doman, sebut sumber yang tidak bersedia disebut namanya, diketahui sudah lama mengelola bisnis perjudian hingga transaksi jual beli narkotika di Wilayah Sibolangit. Bisnis ilegal tersebut sudah ia kelola dalam kurun waktu tujuh tahun belakangan dan sampai hari ini aktivitas tersebut masih terus berjalan mulus.
Sedangkan di Tekongan Amoy, Desa Sikeben, Kecamatan Sibolangit, lokasi judi dan barak narkoba dikelola oleh "U Lobar" yang merupakan preman penguasa jalan lintas sibolangit.
Selain bisnis Judi dan narkoba ia juga melakukan pengutipan liar dalih keamanan terhadap aktivitas truk lintas Medan-Aceh yang melintas melewati kawasan Sibolangit.
Tidak hanya itu hasil pantauan wartawan masih ada lima orang bandar narkoba yang juga ikut terendus menguasai peredaran gelap narkotika di kawasan Sibolangit hingga Pancurbatu.
Pertama peredaran narkoba berada di Jln jamin Ginting Dusun 3 bandar baru, tepat nya di tenkongan amoy/pengisian air, lokasi ini diduga dikelola oleh (M Ginting).
Di Jln jamin Ginting Dusun 3 Bandar baru tepat nya di Batu Rontang /belakang penyiraman, lokasi ini diduga dikelola oleh (J Purba). Lalu, di Jln Jamin Ginting Dusun 4 Bandar Baru tepatnya berada di Bunglow Tambar Malem, aktivitas transaksi narkoba diduga dikelola oleh (Frans/Girik).
Lanjut di Jalan Jamin Ginting Dusun 4 Bandar baru (rehabilitas ) dan di Jalan Jamin Ginting Dusun 1 Desa Sembahe (Pemandian Alam Lembah Naga) kedua lokasi ini diduga dikelola oleh (B Tarigan) dan S Ginting /Jera).
Ironinya, seluruh barak judi dan narkoba yang ada di kawasan Sibolangit itu diduga dikoordinir pemasok bahan oleh oknum perwira polisi yang terduga bertugas di Dit Narkoba Poldasu marga Sialagan dan dibantu oknum mantan Polsek Pancur Batu Cristian. Bahkan isunya para bandar dikutip uang iuran keamanan sebesar Rp. 3000.000/ minggu yang di stor melalui Nata warga Tanah Karo.**
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Josmarlin Tambunan