Sabtu, 31 Oktober 2026

Jumkel dan Subkel Polres Program Nyata Atau Sekedar Pencitraan

Candra Mawansyah Siregar - Sabtu, 31 Oktober 2026 22:17 WIB
Jumkel dan Subkel Polres Program Nyata Atau Sekedar Pencitraan
Candra Siregar
Kapolres AKBP Rosef Efendi Jumatan bersama warga Simaninggir di Mesjid Amalia, sementara Waka Polres Kompol Moch Guntur Pryantoko sholat subuh di Mesjid Simpang Karo, Kecamatan Torgamba.
Labuhanbatu Selatan, MPOL - Di tengah keresahan masyarakat terhadap peredaran narkoba yang dinilai masih menjadi ancaman serius di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), aktivitas petinggi kepolisian yang semakin intensif mendatangi masjid-masjid melalui program Jumat Keliling (Jumkel) dan Subuh Keliling (Subkel) menuai perhatian publik.

Baca Juga:
Kapolres Labusel AKBP Rosef Efendi yang baru beberapa bulan menjabat terlihat rutin melaksanakan salat Jumat berjemaah di masjid berbeda.

Kegiatan serupa juga dilakukan Wakapolres melalui program Subkel. Namun, di balik kegiatan keagamaan tersebut, muncul pertanyaan masyarakat "sejauh mana langkah nyata kepolisian dalam memberantas kamtikmas dan bahaya narkoba di daerah ini"..?

Seorang tokoh masyarakat (Tomas) yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku heran dengan intensitas kegiatan tersebut. Menurutnya, program kepolisian yang semakin dekat dengan masyarakat patut diapresiasi, tetapi publik juga menantikan hasil konkret dalam penindakan peredaran narkoba.

"Apakah ini murni program mendekatkan diri kepada masyarakat, atau ada hal lain yang ingin ditunjukkan? Kami berharap kehadiran polisi di masjid juga diikuti dengan tindakan tegas terhadap peredaran narkoba," ujarnya.

Dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Sabtu malam (31/10/2026), Kasi Humas Polres Labusel AKP Sujono menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan program kepolisian untuk terjun langsung ke tengah masyarakat.

Usai salat Jumat, Kapolres maupun WakPolres menyampaikan sosialisasi kamtibmas dan bahaya narkoba. Sementara Wakapolres menjalankan program Subuh Keliling, setelah selesai sama memberikan edukasi kepada jemaah yang ada saat itu.

Ustaz Padli Tanjung yang juga mantan wakil bupati mengajak masyarakat mengambil sisi positif dari kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran pimpinan kepolisian di masjid dapat mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa polisi merupakan pengayom dan pelindung warga.

"Kalau soal apakah kegiatan ini untuk menepis anggapan pemberantasan narkoba belum maksimal, itu kembali kepada niat masing-masing. Kita ambil sisi baiknya saja," ungkapnya.

Meski demikian, beliau berharap program Jumkel dan Subkel tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial dan sosialisasi. Di tengah ancaman narkoba yang membutuhkan penanganan serius, publik menantikan bukti nyata berupa pengungkapan jaringan, penindakan terhadap bandar, serta upaya berkelanjutan menyelamatkan generasi muda Labusel dari bahaya narkotika. (Can)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru