Rabu, 10 Juni 2026

Bulog Sumut Pastikan Stok Pangan Sumut Aman Terkendali

Jalaluddin Lase - Rabu, 10 Juni 2026 19:39 WIB
Bulog Sumut Pastikan Stok Pangan Sumut Aman Terkendali
Pimpinan Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto saat memberikan keterangan kepada wartawan di kantornya. (jal).
Medan, MPOL -Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara memastikan ketersediaan stok pangan strategis di wilayah Sumatera Utara dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:
Saat ini, stok beras yang dikuasai Bulog Sumut mencapai 56.176 ton dan telah tersebar di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara, termasuk wilayah kepulauan dan daerah terpencil seperti Nias dan Balige.

Pimpinan Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, mengatakan seluruh stok tersebut berada dalam kondisi siap salur untuk mendukung kebutuhan masyarakat maupun program pemerintah.

"Kondisi stok Bulog di Sumatera Utara saat ini sangat aman. Jumlahnya sekitar 56.176 ton dan sudah tersebar merata di seluruh wilayah Sumatera Utara sehingga siap disalurkan kapan saja diperlukan," ujar Budi, Rabu (10/6/2026).

Selain beras, Bulog Sumut juga memiliki stok jagung sekitar 4.230 ton yang dipusatkan di wilayah Medan. Menurut Budi, kebijakan tersebut dilakukan karena kebutuhan penyaluran jagung lebih banyak menyasar peternak petelur mandiri yang berada di kawasan Medan, Binjai, dan Serdang Bedagai.

Sementara itu, Bulog Sumut juga memiliki persediaan minyak goreng sekitar 880 ribu liter yang telah didistribusikan ke seluruh wilayah Sumatera Utara guna menjaga stabilitas pasokan di tengah masyarakat.

Untuk komoditas gula kristal putih, Bulog saat ini memiliki stok sekitar 430 ton yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung stabilisasi harga di pasaran.

Realisasi Bantuan Pangan Capai 717 Ribu KPM

Di sektor bantuan pangan, Bulog Sumut mencatat realisasi distribusi bantuan pangan pemerintah telah mencapai 717.528 keluarga penerima manfaat (KPM) atau sekitar 40,84 persen dari total target 1.756.846 keluarga untuk alokasi Februari-Maret 2026.

Budi menjelaskan, setiap keluarga penerima manfaat memperoleh bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng secara gratis.

"Dari realisasi tersebut, kami telah menyalurkan sekitar 14.350 ton beras dan 2.870.112 liter minyak goreng kepada masyarakat penerima manfaat," katanya.

Ia mengungkapkan, dalam proses distribusi sempat ditemukan sejumlah kendala, mulai dari cuaca buruk, gangguan pasokan listrik akibat robohnya jaringan SUTET, hingga hambatan pada proses pengemasan bantuan pangan.

Namun demikian, seluruh kendala tersebut kini telah berhasil diatasi melalui berbagai langkah antisipasi yang dilakukan Bulog.

"Kami sudah mengambil berbagai langkah antisipasi, termasuk menyediakan genset di gudang-gudang Bulog. Saat ini seluruh proses distribusi sudah terkendali dan tidak ada kendala berarti," ujarnya.

Program Bantuan Pangan Berlanjut Juli 2026

Budi juga mengungkapkan pemerintah pusat berencana melanjutkan program bantuan pangan pada Juli 2026 setelah penyaluran tahap Februari-Maret selesai pada 30 Juni mendatang.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi pemerintah pusat, program bantuan pangan tersebut akan kembali menyasar sekitar 33,7 juta penerima di seluruh Indonesia, termasuk sekitar 1,75 juta keluarga penerima manfaat di Sumatera Utara.

Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi dampak kenaikan harga pangan akibat berbagai faktor global.

"Kebijakan ini merupakan upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat dan mengantisipasi dampak kenaikan harga pangan akibat berbagai faktor global. Dengan bantuan beras dan minyak goreng gratis, masyarakat yang rentan dapat tetap memperoleh akses pangan yang cukup," jelasnya.

Penyaluran Beras SPHP Terus Diperkuat

Selain bantuan pangan, Bulog Sumut juga terus menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Hingga Juni 2026, Bulog telah menyalurkan sebanyak 17.294 ton beras SPHP atau sekitar 35,36 persen dari target tahunan sebesar 49.043 ton.

Budi menyebutkan pemerintah pusat berencana menambah target penyaluran SPHP untuk Sumatera Utara guna memperkuat pasokan beras di pasar dan menjaga stabilitas harga hingga akhir tahun.

"Rencananya ada penambahan target SPHP untuk Sumatera Utara. Ini berarti pasokan beras ke pasar dan Rumah Pangan Kita (RPK) akan semakin bertambah sehingga stabilitas harga dan ketersediaan beras dapat terus terjaga sampai akhir tahun," pungkasnya.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Jalaluddin Lase
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru