Selasa, 01 September 2026

Cara Jago Investasi Pakai Formula Set and Don’t Forget

Jalaluddin Lase - Selasa, 01 September 2026 07:12 WIB
Cara Jago Investasi Pakai Formula Set and Don’t Forget
Jakarta, MPOL -Investasi kini makin praktis. Fitur seperti auto-debit memungkinkan investor menyisihkan dana secara otomatis sesuai jadwal, tanpa perlu melakukan transaksi setiap bulan.

Baca Juga:
Namun, kemudahan ini bukan berarti membuat investasi bisa ditinggalkan. Portofolio tetap perlu dipantau dan dievaluasi secara berkala agar strategi investasi tetap sejalan dengan tujuan finansial dan profil risiko. Prinsip ini dikenal sebagai set and don't forget: investasi dibuat otomatis, tetapi tetap dipantau.

"Investasi bukan sekadar konsistensi menyisihkan uang, tetapi juga memastikan dana yang ditempatkan tetap relevan dengan tujuan finansial," ujar Nyoman Sukmawati, Head of Wealth Management Bank Jago.

Ada sejumlah alasan mengapa portofolio perlu ditinjau ulang, di antaranya tujuan keuangan dapat berubah, kondisi pasar yang bergerak, dan profil risiko investor juga bisa ikut bergeser. Para investor ritel tidak harus melakukan review setiap hari tetapi cukup memastikan tiga hal berikut:
1. Komposisi aset: Nilai aset bisa berubah sehingga komposisi portofolio ikut bergeser. Lakukan rebalancing jika perlu agar alokasi tetap sesuai dengan strategi dan profil risiko.

Sebagai contoh, seorang investor yang sebelumnya berstatus single mungkin memiliki alokasi investasi yang lebih agresif. Setelah menikah, memiliki tanggungan, atau mengalami perubahan kondisi keuangan, kebutuhan dan toleransi risikonya dapat berubah. Dalam kondisi tersebut, investor dapat melakukan rebalancing agar alokasi investasinya kembali sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan saat ini.

2. Kinerja investasi: Jangan hanya melihat portofolio dari warna merah atau hijau. Pertimbangkan periode investasi, kondisi pasar, dan benchmark sebelum mengambil keputusan.

Misalnya sebuah reksa dana saham turun 8% dalam satu bulan, sementara benchmark pada periode yang sama turun 10%. Artinya, meskipun nilai investasinya menurun, kinerjanya relatif lebih baik dibandingkan benchmark.

3. Tujuan penggunaan dana: Semakin dekat dana akan digunakan, semakin penting mempertimbangkan kembali tingkat risikonya.

Misalnya, investor menargetkan Rp100 juta untuk uang muka rumah dalam tiga tahun. Strategi yang digunakan pada awal periode belum tentu cocok ketika tenggat semakin dekat. Penyesuaian diperlukan agar volatilitas pasar tidak mengganggu kebutuhan dana yang sudah di depan mata.

Salah satu tantangan untuk melakukan review investasi adalah ketika aset tersebar di berbagai platform. Investor perlu membuka beberapa aplikasi untuk melihat reksa dana, saham, maupun aset investasi lainnya.

Di Aplikasi Jago, investor dapat melihat nilai total aset yang tersebar di seluruh platform brokerage yang terdaftar di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam satu tampilan melalui tampilan portofolio investasi yang terhubung dengan KSEI. Investor juga dapat melihat dengan rinci aset apa saja yang dimiliki di masing-masing platform brokerage tersebut. Dengan demikian, mereka dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai aset investasinya.

"Dengan melihat portofolio secara lebih menyeluruh, investor dapat lebih mudah memahami bagaimana asetnya tersebar dan kemudian mengevaluasi apakah komposisinya masih sesuai dengan tujuan finansial. Harapannya, investor tidak hanya konsisten berinvestasi, tetapi juga semakin sadar bagaimana mereka menempatkan uang sesuai dengan tujuannya," jelas Nyoman Sukmawati.

Dengan pendekatan ini, Set and Don't Forget bukan berarti mengatur investasi lalu benar-benar melupakannya. Sebaliknya, investor tetap dapat memanfaatkan otomatisasi untuk membangun konsistensi, sembari melakukan review secara berkala.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Jalaluddin Lase
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru