Jumat, 14 Juni 2024

Roadshow BLK 2024 di Medan, Bahas Potensi Peningkatan Investasi Kripto Kedepan

Hendro - Minggu, 19 Mei 2024 21:57 WIB
Roadshow BLK 2024 di Medan, Bahas Potensi Peningkatan Investasi Kripto Kedepan
Chief Marketing Officer (CMO), Tokocrypto Wan Iqbal (dua kanan) bersama Direktur Kliring Komoditi (KKI), Jaricho Naftaly dan Sales Manager Liminal Eduardi Savionus (kanan) memberikan materi saat gelar program edukasi dan literasi keuangan di Clapham, Medan, Minggu (19/5/2024). Program edukasi dan literasi keuangan tersebut mengusung tema Memulai Perjalanan Investasi Kripto di Indonesia.(ist)
Medan, MPOL - Asosiasi Blockchain dan Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) melanjutkan Roadshow Literasi Kripto (BLK) 2024 ke Kota Medan. Kali ini mengusung tema, Memulai Perjalan Investasi Kripto.

Baca Juga:
Kegiatan ini bekerjasama dengan, Medan Crypto Community dan Team Saham Medan. Sebanyak 250 orang tercatat mengikuti kegiatan yang diadakan di Clapham Collective, Komplek Centre Point, Minggu (19/5).

CMO Tokocrypto Wan Iqbal mengatakan, kegiatan Roadshow di Medan merupakan yang ke empat dengan tujuan memberikan edukasi mengenai aset aset kripto terutama tentang regulasi dan pengembangan aset kripto di Indonesia.

"Kemudian gimana proyeksinya kedepan seperti apa, intinya edukasi tentang aset kriptolah. Animonya luar biasa, saya cumam ke Medan kebetulan, peserta yang daftar itu ada 250, kita lihat antusianya luar biasa," kata Wan Iqbal.

Iqbal menjelaskan, roadshow edukasi tentang kripto ini memang sudah rutin dilakukan setiap tahunnya. Apalagi melihat tren tentang kripto sudah mulai meningkat di Indonesia. Tercatat hingga saat ini sudah 19 juta orang berinvestasi di Kripto.

"Kalau dari asosiasi ini kegiatan rutin, jadi tiap tahun selalu ada, kalau dari tokokripto sendiri, kita itu ada kelas rutin, toko kripto akademi selalu bisa diakses secara online, dimana saja dan kapan saja itu gratis," ungkapnya.

"Kitapun sadah ada lebih 300 modul didalamnya, tentang kripto jadi teman teman bisa belajar dan sangat mudah, fiturnya juga sudah ada dalam bahasa indonesia," sambungnya.

Iqbal menambahkan, pihaknya memprediksi potensi berkembangnya investasi kripto kedepan akan semakin meningkat. Karena itu, asosiasi sangat gencar melakuan sosialiasi dan edukasi tantang perkembangan kripto.

"Kita melihat ini potensinya kedepan makin tambah besar lagi, kenapa, karena angka tadi masih 10 perses dari jumlah masyarat indonesia, makanya kita gencar melakukan edukasi, toko kripto itu tahun lalu, kita sudah ke 30 kota, ada 27 ribu peserta yang sudah ikut seminar edukasinya kita," ujarnya.

"Tahun ini kita ingin meningkatkan itu menjadi 3 kali lipat, jadi ini medan, baru pertama kali tahun ini, tapi kita berharap bisa kembali lagi ke medan, kalau bisa sampai deli serdang, balige, kaban jahe dan lainnya," tambahnya.

Dia mengatakan, saat ini juga sudah ada 35 35 pedagang aset kripto yang sudah berlisensi di indonesia, salah satunya toko kripto, aset kripto juga diawasi oleh
Bappebti dan berdasarkan UU P2SK terbaru tahun 2025 mendatang akan langsung diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sementara itu, Sales Manager Liminal, Eduardo Savionus menyampaikan beberapa saran bagi para pemula yang ingin berinvestasi di Kripto harus bisa memfilter arus informasi yang saat ini berkembang dengan sangat pesat.

"Kendalanya, karena informasi terlalu banyak, jadi memfilter informasi tersebut yang perlu ada pendampingan bagi pelaku pemula di kripto," kata Eduardo.

Dia menyarankan agar para pemula mencari informasi yang tepat dan perlu mempelajari lebih dulu tentang apa itu Kripto.

"Untuk awal, harus cari informasi, jangan langsung eksekusi, terutama tentang dimana kita mau investasi, apa yang mau diinvestasikan, itu perlu kita pelajari terlebih dahulu," sebutnya.

"Jangan ketika kita punya uangnya langsung kita habisin semua buat investasi, harusnya kita lakukan perlahan, seiring dengan bertambahnya ilmu pengetahuan tentang kripto," pungkasnya. (Dro/Rel).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru