Kamis, 11 Juni 2026

Maruli Siahaan Dukung Penambahan Anggaran Kementerian HAM Dengan Ukuran Kinerja Jelas

Josmarlin Tambunan - Rabu, 10 Juni 2026 22:18 WIB
Maruli Siahaan Dukung Penambahan Anggaran Kementerian HAM Dengan Ukuran Kinerja Jelas
Dr Maruli Siahaan SH MH anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Golkar Dapil Sumut I (ist)
Jakarta, MPOL: Komisi XIII DPR RI menekankan agar usulan tambahan anggaran Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) Tahun Anggaran 2027 diarahkan untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat serta meningkatkan pemahaman HAM hingga ke daerah-daerah.

Baca Juga:
Anggota Komisi XIII DPR RI Dr. Maruli Siahaan mengatakan, pihaknya pada prinsipnya, mendukung usulan penambahan anggaran yang diajukan Kementerian HAM. Namun, tambahan anggaran tersebut harus dibarengi dengan program yang berdampak langsung bagi masyarakat dan memiliki ukuran kinerja yang jelas.

"Intinya kita setuju anggaran tersebut bisa ditambah, tetapi harus diprioritaskan untuk pelayanan hak asasi manusia kepada masyarakat," ujar Maruli saat ditemui Parlementaria usai Rapat Kerja Komisi XIII DPR RI dengan Menteri HAM terkait pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027 di Ruang Rapat Komisi XIII DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Menurut Maruli, dalam rapat tersebut Kementerian HAM mengusulkan tambahan anggaran sekitar Rp551 miliar. Komisi XIII meminta agar setiap program yang diusulkan dapat menunjukkan manfaat yang terukur, baik dari sisi edukasi HAM, mediasi kasus, maupun penyelesaian persoalan-persoalan HAM yang terjadi di masyarakat.

Sebab itu, ungkapnya, keberhasilan Kementerian HAM tidak cukup hanya dilihat dari besarnya anggaran yang dikelola, tetapi harus tercermin dari capaian program yang nyata. "Harus ada tolok ukur kinerja yang jelas. Berapa kasus yang dimediasi, berapa yang sudah diselesaikan, berapa yang masih dalam proses, dan bagaimana tindak lanjutnya. Itu yang perlu disampaikan kepada Komisi XIII," tegas politisi Fraksi Partai Golkar tersebut.

Selain itu, Maruli menyoroti pentingnya memperluas jangkauan program Kementerian HAM hingga tingkat provinsi bahkan kabupaten/kota. Menurutnya, edukasi dan sosialisasi mengenai hak asasi manusia perlu menyentuh langsung masyarakat agar kesadaran HAM semakin meningkat. "Harapan kita ke depan masyarakat semakin memahami hak asasi manusia. Sosialisasi dan pelayanan HAM jangan hanya terpusat di tingkat nasional, tetapi harus menjangkau daerah-daerah," katanya.

Terkait rencana penambahan kantor dan penguatan manajemen sumber daya manusia yang juga masuk dalam usulan anggaran, ia menilai kebutuhan tersebut masih perlu dipertimbangkan secara matang. Ia menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan program-program yang langsung menyentuh masyarakat mendapatkan porsi anggaran yang memadai.

"Untuk penambahan kantor saya pikir belum terlalu prioritas. Yang lebih penting adalah bagaimana kesadaran HAM itu bisa sampai ke masyarakat, bahkan hingga tingkat desa," ujar Politisi asal Dapil Sumatra I itu.

Menutup pernyataannya, berbagai masukan yang disampaikan anggota Komisi XIII DPR dalam rapat akan menjadi bahan evaluasi bagi Kementerian HAM untuk menyempurnakan proposal anggaran dan program kerja sebelum pembahasan dilanjutkan pada tahapan berikutnya. "Kita ingin anggaran yang diberikan benar-benar berdampak bagi masyarakat dan memperkuat perlindungan hak asasi manusia di seluruh Indonesia," pungkasnya.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Josmarlin Tambunan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru