Jumat, 14 Agustus 2026

Pemerintah Perlu Belajar Dari Negara Lain Untuk Menjalankan Kebijakan Monetisasi Aset Publik

Zainul Azhar - Jumat, 14 Agustus 2026 21:37 WIB
Pemerintah Perlu Belajar Dari Negara Lain Untuk Menjalankan Kebijakan Monetisasi Aset Publik
Jakarta, MPOL - Pemerintah perlu belajar dari negara lain untuk menjalankan jebijakan mobetisasi aset publik demikian Presiden Prabowo Subianto mengatakan dalam pidato Penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan, Jumat (14/8) di DPR, MPR RI Jakarta.

Baca Juga:
Menurutnya peluang bagi pihak swasta untuk mengoperasikan aset infrastruktur milik negara, termasuk bandara yang dinilai belum optimal dalam pengelolaannya.salah satunya India yang menjalankan kebijakan monetisasi aset publik melalui National Monetization Pipeline.

"Kita harus belajar dan berani belajar dari negara lain. India telah jalani apa yang mereka sebut National Monetization Pipeline. Swasta diberi ruang operasikan aset publik yang telah terbangun."

Pemberian ruang bagi swasta tersebut tidak berarti negara kehilangan kepemilikan atas aset. Kepemilikan tetap berada di tangan negara, sementara modal yang diperoleh dari swasta dapat dimanfaatkan kembali untuk pembangunan infrastruktur baru.

"Kepemilikan tetap berada pada negara. Modal yang diperoleh diputar kembali untuk bangun infrastruktur baru." Sebagai contoh aset bandara yang secara operasional belum optimal, pemerintah dapat membuka peluang bagi swasta untuk mengoperasikan bandara tersebut dengan harapan pengelolaan menjadi lebih efisien dan produktif.

Kepemilikan bandara tetap berada di tangan negara. Namun, apabila swasta dapat mengelolanya dengan lebih efisien, kreatif, dan inovatif sehingga memberikan manfaat lebih besar, langkah tersebut dinilai layak dipertimbangkan.

Potensi integrasi antara perusahaan penerbangan, hotel, hingga bandara. Menurutnya, integrasi berbagai sektor tersebut dapat menciptakan nilai tambah sekaligus meningkatkan pendapatan, tutur Prabowo Subianto. (ZAR)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru