Pekanbaru, MPOL: Ditengah kesibukan yang padat sebagai anggota DPR RI di Jakarta, Kombes Pol (Purn) Dr
Maruli Siahaan,SH.MH selaku anggota Komisi XIII Fraksi Golkar, Daerah Pemilihan Sumatera Utara I menyempatkan diri langsung terbang ke Pekan Baru untuk menghadiri Pesta Gondang Naposo ke-10 Tahun sekaligus Pelantikan Badan Pengurus Harian (BPH) Naposo Parsadaan Pomparan Somba Debata (N-PPSD) Siahaan Boru Bere Pekanbaru Periode 2026–2028, yang berlangsung di Sopo Godang Harianja, Kota Pekanbaru, Minggu (16/8/2026).
Baca Juga:
Kehadiran
Maruli Siahaan selaku Ketua Umum PPSD Siahaan Indonesia menjadi bentuk dukungan langsung terhadap proses regenerasi organisasi sekaligus upaya menjaga kesinambungan adat, budaya, dan nilai-nilai kekeluargaan Pomparan Somba Debata Siahaan di tengah perkembangan zaman.
Dalam kegiatan tersebut,
Maruli Siahaan membuka acara sekaligus memberikan pembekalan kepada generasi muda dengan tema "Generasi Muda Pomparan Somba Debata Siahaan harus berani mengambil peran di era Generasi Z, peka terhadap setiap situasi, bukan sekadar mengamati tetapi aktif terlibat, dan tetap teguh memegang warisan adat dan nilai leluhur."
Dalam arahannya, Maruli menegaskan bahwa generasi muda Siahaan tidak boleh hanya menjadi penonton terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan keluarga, masyarakat maupun bangsa.
"Saya hadir langsung dari Jakarta karena saya ingin menunjukkan bahwa regenerasi Naposo Siahaan ini penting. Anak-anak muda kita jangan hanya menjadi pengamat. Mereka harus berani hadir, peduli, terlibat dan mengambil tanggung jawab. Masa depan PPSD dan keberlanjutan nilai-nilai leluhur kita berada di tangan generasi muda," ujar Maruli.
Menurutnya, kemajuan teknologi dan perubahan pola kehidupan generasi muda harus dipandang sebagai peluang. Generasi muda perlu menguasai pendidikan, teknologi, komunikasi dan berbagai keterampilan baru, namun pada saat yang sama tidak boleh kehilangan identitas sebagai bagian dari Pomparan Somba Debata Siahaan.
Maruli mengingatkan bahwa modernisasi tidak harus membuat generasi muda meninggalkan adat. Sebaliknya, teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendokumentasikan tarombo, sejarah keluarga, nilai-nilai adat, bahasa, serta berbagai kekayaan budaya Batak sehingga dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
"Kita boleh maju sejauh-jauhnya, tetapi jangan kehilangan akar. Saya selalu mengatakan kepada Naposo: jangan hanya bangga membawa nama Siahaan, tetapi buatlah orang lain bangga ketika mengenal seorang Siahaan melalui integritas, pendidikan, kerja keras dan kepeduliannya kepada sesama," tegasnya.
Ia juga menekankan nilai Dalihan Na Tolu sebagai prinsip yang tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Nilai menghormati, kehati-hatian dalam bertindak, serta kemampuan merangkul sesama dinilai penting untuk membentuk generasi muda yang berkarakter sekaligus mampu menghadapi tantangan dunia modern.
Pelantikan Bukan Sekadar Jabatan
Kepada jajaran BPH N-PPSD Siahaan Pekanbaru yang baru, Maruli mengingatkan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni ataupun pembagian posisi dalam organisasi.
"Pelantikan adalah pembagian tanggung jawab. Ketua harus siap melayani, sekretaris menjaga tertib organisasi, bendahara menjaga kepercayaan, dan seluruh pengurus bertanggung jawab merawat persatuan. Boleh berbeda pendapat, tetapi jangan sampai kehilangan persaudaraan," pesannya.
Maruli berharap kepengurusan baru mampu membangun organisasi Naposo yang aktif, inklusif dan produktif, serta menjadi jembatan antara generasi muda dengan para Natua-tua PPSD Siahaan.
Ia juga mendorong agar Naposo PPSD ke depan semakin aktif membangun program di bidang pendidikan, pengembangan keterampilan, kewirausahaan, kepemimpinan, kegiatan sosial, hingga digitalisasi sejarah dan budaya Pomparan Somba Debata Siahaan.
"Yang tua memiliki pengalaman dan nilai yang harus diwariskan, sedangkan yang muda memiliki energi, kreativitas dan penguasaan teknologi. Kalau dua kekuatan ini disatukan, saya percaya PPSD Siahaan akan semakin kuat," katanya.
Marga Memberi Akar, Indonesia Memberi Ruang Pengabdian
Dalam momentum menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Maruli juga mengajak generasi muda Siahaan untuk tidak membatasi pengabdian hanya dalam lingkungan punguan.
Menurutnya, kebanggaan sebagai orang Batak dan sebagai Pomparan Somba Debata Siahaan harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sebagai warga negara Indonesia.
"Marga memberikan kita akar, tetapi Indonesia memberikan kita ruang pengabdian. Karena itu generasi muda Siahaan harus tampil membawa nilai-nilai yang baik, menjaga persatuan, menghormati perbedaan, menaati hukum dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara," ujar Maruli.
Ia berharap Pesta Gondang Naposo yang telah memasuki tahun ke-10 tidak hanya menjadi agenda budaya dan kebersamaan, melainkan berkembang menjadi momentum konsolidasi serta regenerasi generasi muda Siahaan.
Sejumlah Tokoh PPSD Turut Hadir
Kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh semangat kebersamaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut St. B. Siahaan, Perwakilan PPSD Kota Pekanbaru; Op. Jaden Siahaan, Ketua PPSD Wilayah II; St. Baron Siahaan, Ketua PPSD Sipitu Tunas Pekanbaru; Kombes Pol. Indraduaman Siahaan; Tander Siahaan, Pembina PPSD Naposo Siahaan Pekanbaru; Pdt. Richard M. Siahaan; serta Ariel S. Siahaan, Ketua Terpilih Naposo PPSD Siahaan Pekanbaru.
Kehadiran para tokoh, Natua-tua dan Naposo tersebut sekaligus memperlihatkan kuatnya dukungan lintas generasi terhadap keberlanjutan organisasi Naposo PPSD Siahaan Pekanbaru.
Di akhir arahannya, Maruli menitipkan tiga pesan utama kepada seluruh generasi muda Pomparan Somba Debata Siahaan:
berakar dalam adat, cakap menghadapi perkembangan zaman, serta berani hadir dan mengambil peran di tengah masyarakat.
"Jangan hanya menjadi penonton perubahan. Jadilah bagian dari perubahan itu. Kita ingin melahirkan generasi Siahaan yang berilmu, berkarakter, memahami adat, peduli terhadap sesama dan berani memberikan yang terbaik bagi Indonesia," pungkas Maruli.
Acara kemudian dilanjutkan dengan rangkaian Pesta Gondang Naposo ke-10 Tahun serta Pelantikan BPH N-PPSD Siahaan Boru Bere Pekanbaru Periode 2026–2028 dalam semangat kekeluargaan, regenerasi, pelestarian budaya dan persatuan Pomparan Somba Debata Siahaan.**
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Josmarlin Tambunan