Medan, MPOL-Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (
Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat semangat persatuan, nasionalisme, dan kepedulian terhadap masa depan generasi muda Indonesia.
Baca Juga:
Hal tersebut disampaikan Akademisi Universitas Negeri Medan (Unimed), Dr.
Dionisius Sihombing, M.Si., kepada awak media, Selasa (20/5/2026).
Ketua Lembaga Konsultasi Pendidikan (LKP) Citra Sumatera Utara tersebut mengatakan, tema Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026, "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara", mengandung makna yang sangat mendalam bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, tema tersebut mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga, membina, serta mempersiapkan generasi penerus bangsa agar mampu menjadi kekuatan utama dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Karena itu, Dion mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda dan para mahasiswa di tanah air, agar memaknai
Harkitnas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi kebangsaan untuk memperkuat karakter, budaya literasi, moralitas, serta semangat cinta tanah air.
Menurutnya, tema "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara" memiliki relevansi yang sangat strategis dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks di era digital. Generasi muda sebagai tunas bangsa harus dipersiapkan melalui pendidikan yang berkualitas, penguatan karakter kebangsaan, serta kemampuan literasi yang baik agar mampu tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berintegritas, kreatif, inovatif, produktif, dan bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa.
"Generasi muda wajib ikut serta membangun negeri dari waktu ke waktu, sebab masa depan Indonesia berada di tangan generasi yang memiliki semangat berkarya, berpikir maju, serta mampu menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa dunia pendidikan memiliki peran sentral dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, sekolah dan perguruan tinggi tidak hanya berfungsi menciptakan prestasi akademik, tetapi juga harus menjadi ruang pembentukan karakter, etika, budaya literasi, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan yang kokoh.
Selain itu, Dion juga mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan teknologi informasi. Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana edukasi, penyebaran informasi positif, serta penguatan persatuan bangsa, bukan justru menjadi ruang penyebaran hoaks, ujaran kebencian, maupun berbagai bentuk provokasi yang dapat memecah belah masyarakat.
"Semangat Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 hendaknya menjadi energi bersama untuk menjaga tunas bangsa demi masa depan Indonesia yang berdaulat, maju, dan bermartabat. Persatuan, pendidikan, serta karakter generasi muda menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan bangsa dan negara," tutup Sekretaris Komisi Pendidikan Keuskupan Agung Medan (Komdik KAM) ini.**
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News