Ratusan Warga Luat Aek Nabara Duduki Lahan PT SSL
Palas, MPOL Ratusan warga masyarakat Kecamatan Aek Nabara Barumun yang terdiri dari 25 Desa di bawah naungan Luat Aek Nabara melakukan aks
Sumatera Utara
Medan, MPOL - Perang antar geng motor saling serang terjadi di Jalan Ibrahim Sinik, Kecamatan Medan Area, Rabu (21/2/2024) sekira pukul 23.00 WIB. Kejahatan terbilang brutal ini diduga dilakukan sejumlah anak di bawah umur yang masih duduk di bangku SMA tersebut mengakibatkan seorang remaja sudah berlumuran darah nyaris mati karena dianiaya.
Baca Juga:
- Ketua KPU Langkat, HM Dikabarkan Diberhentikan Sementara Dari Jabatannya
- Rumah Jalan PWI Digerebek, IRT Diduga Bandar Bersama 5 Pria Diamankan : 40 Paket Sabu Siap Edar dan Samurai Disita
- Ada Karcis Parkir, Pencuri Motor di Pasar Brayan Terekam CCTV Belum Terungkap, Polisi Beralasan Wajah Pelaku Gak Jelas
Amatan Medan Pos di lokasi kejadian, tampak korban tergeletak berlumuran darah karena luka di bagian kepala belakang. Terlihat juga kuping korban mengeluarkan darah. Kondisinya sudah tidak memakai baju, hanya mengenakan celana pendek. Warga masyarakat pun ramai-ramai mengelilingi korban sambil memfoto dan memvideokan korban.
"Dia ini anggota geng motor. Geng motor ini. Bangun kau woi, bangun gak usah pura-pura mati," teriak warga.
Kemudian, di Jalan Sutrisno di belakang SMAN 6 tampak pecahan bebatuan berserakan. Tak cuma di situ, di Jalan Ibrahim Sinik simpang Jalan Thamrin juga terlihat pecahan batuan. Batu-batu itu pecah digunakan perang antar geng motor ini untuk menyerang lawannya.
Tak lama berselang, petugas Polsek Medan Area yang mengetahui kejadian itu lalu datang ke TKP dan membawa korban ke RS Bhayangkara Medan untuk menjalani perawatan medis.
Adapun identitas korban diketahui P alias T (16) warga Jalan SM. Raja, Kecamatan Medan Amplas.
Kepada awak media, salah seorang warga bernama Ari yang menyaksikan kejadian itu menjelaskan korban berdarah-darah karena dilempar batu. Awalnya, saksi melihat antar geng motor perang di simpang Jalan Thamrin. Lalu, korban T dan temannya D (16) dikejar lawannya hingga lari menyelamatkan diri.
"Saat di Jalan Sutrisno depan toko laundry, anak ini (T) sempat megang senjata tajam, sepertinya jenis parang panjang. Nah, karena korban memegang parang, lawannya melemparinya dengan batu, kena kepalanya pecah, jatuh parangnya, korbannya tergeletak," ungkapnya kepada wartawan.
Dijelaskannya, setelah korban tak berdaya, sejumlah anggota geng motor itu lalu memukuli dan menendangnya hingga berdarah-darah.
"Itu korbannya hampir mau mati. Setelah itu para pelaku langsung melarikan diri," terangnya.
Sementara teman korban, D lari menyelamatkan diri ke Jalan Rahmadsyah. D awalnya meminta pertolongan warga karena mengaku menjadi korban begal. D lalu meminta hotspot kepada warga untuk menghubungi keluarganya.

"Jadi, kami interogasi dia (D). Katanya dia dikejar pelaku begal. Ngakunya, dia ini anak oknum mantan polisi. Bapaknya udah pensiun, katanya namanya AKBP EI, tinggal di Asrama Polisi, Jalan Selambo, Medan Amplas. Keluarga polisi juga," jelas warga.
Warga yang curiga dengan gerak-gerik D terus menginterogasi D. Berkali-kali ditanya apakah memang korban begal, jawaban D selalu tak konsisten. D malah mengaku menjadi korban penyerangan geng motor. Namun, salah seorang warga lainnya menyebut D adalah anggota eng motor yang ikut perang antar geng motor di Jalan Ibrahim Sinik.
"Kau jujur aja, kau gak usah pura-pura. Kau yang perang tadi, kau anggota geng motor kan. Udah jelas aku lihat kau sama teman kau itu megang parang. Habis itu kau lari, kawan kau diserang kepalanya pecah dilempar-batu," ucap warga.
D yang mendengar perkataan warga tadi tak bisa mengelak lagi dan akhirnya mengakui bahwa dialah bersama P alias T terlibat perang geng motor.
"Iya bang, kami perang tadi," akunya dengan nada rendah.
Warga yang geram sempat memukuli wajah D, akan tetapi warga lainnya kemudian menghalangi dan menghubungi polisi. Tak lama kemudian, Tekab Polsek Medan Area dipimpin Kanit Reskrim Iptu Harles Gultom datang ke lokasi langsung mengamankan D yang diduga sebagai anggota geng motor sekaligus terlibat dalam penyerangan untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan.
"Korbannya ada satu orang mengalami luka di bagian kepala sudah kita bawa ke RS Bhayangkara. Satu lagi remaja diduga anggota geng motor sudah kita bawa ke kantor untuk dilakukan pemeriksaan," kata Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu Harles Gultom.
Saat disinggung apakah korban P sudah dinyatakan meninggal dunia seperti informasi yang diperoleh dari warga, Harles dengan tegas membantahnya.
"(Tidak meninggal) korban masih sadar. Masih sehat dirawat di rumah sakit. Untuk kasusnya masih kita dalami," sebutnya. *
Palas, MPOL Ratusan warga masyarakat Kecamatan Aek Nabara Barumun yang terdiri dari 25 Desa di bawah naungan Luat Aek Nabara melakukan aks
Sumatera Utara
Taput, MPOLSarulla Operations Ltd. (SOL) terus memperkuat komitmennya untuk memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat di
Sumatera Utara
Bqtu Bara, MPOL Keluhan warga terkait pasokan air PDAM Tirta Tanjung di kawasan Pagurawan, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Su
Sumatera Utara
Taput, MPOL &lrmBupati Taput Dr. JTP Hutabarat, S.Si., M.Si., melakukan langkah diplomasi pembangunan dengan menemui Kepala Balai Besar Wi
Sumatera Utara
Stabat, MPOL Ketua Pemilihan Umum (KPU) Kab.Langkat, berinisial HM dikabarkan diberhentikan sementara dari jabatannya.Informasi tersebut,
Sumatera Utara
TebingTinggi, MPOLKONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kota Tebing Tinggi, menggelar kegiatan Tes Fisik Atlit dalam rangka mempersiapk
Olahraga
Yogyakarts, MPOL Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) berkolaborasi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menggelar Work
Nasional
Aktivitas penyalahgunaan dan peredaran narkoba di sebuah rumah kawasan Jalan PWI Gang Gitar 6, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Ser
Sumatera Utara
Jakarta, MPOL Cosmo JNE Futsal Club siap raih prestasi terbaiknya dalam menghadapi Liga Futsal Profesional Indonesia musim 20262027. Upa
Sumatera Utara
Pancurbatu, MPOL Sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap keluarga yang sedang berduka, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H.,
Sumatera Utara