"Saya curiga karena dari dalam tertutup dan ada engsel di dalamnya. Jadi, saya buka dari jendela depan r
umah. Kemudian saya mencium bau amis dari jendela itu terlihat juga berceceran darah. Saya buka gorden sudah berlumuran darah dan r
umah itu berantakan juga terdapat bercak kaki. Saya syok dan minta tolong ke warga," terangnya.
Baca Juga:
Ayah korban, Johar menjelaskan pada Kamis (13/11) bahwa dirinya tidak bisa berkomunikasi dengan korban. Namun, pada Rabu korban sempat mengucapkan selamat hari ayah kepada dirinya.
"Hari Rabu dia mengucapkan selamat hari ayah. Dibuatnya kalimat yang sangat menyentuh. Hari Kamis, mulai gak ada lagi telepon. Kita chat dia gak membalas lagi. Kebetulan saya mau mengirimkan uang kuliahnya gak dibalas," katanya.
Johar belum bisa menyimpulkan bahwa anaknya telah menjadi korban perampokan. Ia menyebut kunci pintu rumah masih dalam keadaan bagus.
"Untuk sementara saya belum bisa menyimpulkan. Bisa saja (diduga pelaku) kawannya, karena kunci pintu bagus semuanya gak ada rusak. Yang hilang sepeda motor, handphone, kartu ATM, STNK hilang semua," jelasnya.
"Dia tinggal sendirian. Cuma kadang membawa kawannya. Kalau untuk luka (korban) gigi rontok, leher, dahi lebam semua," ungkapnya. *
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News