Taput, MPOL -Masa tanggap darurat banjIr - longsor di Tapanuli Utara (Taput) diperpanjang hingga tanggal 22 Desember 2025.
Baca Juga:
Hal itu diutarakan
Bupati Taput Dr. Jonius TP Hutabarat usai menggelar rapat bersama Forkopimda, BNPB, Pemprosu dan Basarnas kepada wartawan, Selasa (9/12/2025) di Aula Kantor Bupati Tarutung.
Alasan diperpanjang waktu tanggap darurat di Tapanuli Utara dikarenakan masih dibutuhkannya upaya kemanusiaan, masih ada pengungsi, akses belum terbuka ke daerah terisolir dan bantuan masih banyak yang datang.
Akses jalan yang belum bisa dibuka di daerah terisolir sampai saat ini di Siantar Naipospos, Desa Pertengahan, Pardomuan Nauli, Desa Batu Arimo, Desa Purba Dolok dan Manalu Purba.
" Semuanya ada enam desa, dan tiga desa di Hajoran Kecamatan Parmonangan, " ucapnya.
Bupati juga berharap melalui langkah-langkah yang telah dlakukan tidak menutup komunikasi dengan llintas sektoral dan kementrian dengan penambahan waktu status bencana.
Pasikan Bahan Bakar Minyak
Kendala lain dampak banjir longsor yang melanda Tapanuli Utara kurangnya pasokan BBM karena jalan Tarutung -Sibolga - Tapteng masih lumpuh.
Kurangnya pasokan BBM itu membuat antrian panjang yang membuat kemacetan.
" Masalah klasik, BBM dalam waktu dekat akan normal sebelum menjelang Natal dan Tahun Baru karena saya sudah bicara dengan Dirut Pertamina, " kata bupati.
Kurangnya pasokan dampak dari bencana. Dulunya kita dapat pasokan BBM dari sibolga, sekarang dari belawan melalui siantar.
Persoalannya juga dengan mobil tangki, banyak mobil tangki di sibolga tidak bisa digunakan. " Keterbatasan mobil tangki itulah yang membuat pasokan BBM agak lebih lama. Bukan tidak ada, BBM ada.
" Bukan hanya di Taput, tapi semua daerah di sumut terampak, " ucapnya.
Saya himbau ke masayatakat, janganlah memanfaatkan situasi. Kalau pun akses kita tidak menggunakan barkot.
Yang pertama kita prioritaskan dulu TNI/Polri, relawan untuk menggunakan BBM dampak bencana, baru ke masyarakat.
Untuk menghindari antrian mendapatkan BBM, saya sudah buka akses kevamatan-kecamatan yang tidak ada SPBU nya.
Kita berikan akses untuk menggunakan jerigen tapi bagi pengecer yang sudah lama, tidak ke pengecer yang baru.
Gunanya, agar perekonomian di daerah itu berjalan. Jangan sampai sepeda motor mereka tidak bisa bergerak, tidak ada lagi yang mengangkut hasil pertanian mereka.
' Kita tidak ingin perekonomian lumpuh gara-gara pasokan BBM berkurang, " pintahya.**
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News