Taput, MPOL -Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Swasta MORI Centre resmi menyandang sertifikat Sending Organitation (SO) dari Kementerian Ketenagakerjaan Rebuplik Indonesia untuk melatih dan memberangkatkan peserta magang dan pekerja mandiri ke perusahaan Jepang.
Baca Juga:
LPK Swasta MORI Centre yang beralamat di Jalan Bandara Silangit Desa Parik Sabungan Kecamatan Siborong-borong Tapanuli Utara itu menjadi salah satu lembaga hadir untuk mengantisifasi pengangguran di Sumatera Utara khusususnya di Kabupaten Tapanuli Utara.
Dibawah naungan PT. Aoki Mori Indonesia, LPK MORI Centre resmi mendapat izin SO tanggal 6 November 2026 dari Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktifitas Kemnaker RI.
" Hari Ini merupakan hari yang sangat istimewa dan penuh makna bagi keluarga besar LPK Mori Centre," ujar Direktur Utama LPK Mori Rijen Alam Sinurat pada sambutannya saat peresmian SO dan pemberangkatan massal peserta magang dan pekerja mandiri ke Jepang serta pengukuhan peserta didik tahun 2026, Senin (11/5).
Katanya, peresmian lembaga SO bukan hanya sebuah seremoni, melainkan sebuah tonggak penting perjalanan kami dalam membangun lembaga yang profesional, terpercaya dan mampu menjadi jembatan antara Indonesia dan Jepang.
Kepercayaan yang telah diberikan adalah amamah besar bagi saya. Kami akan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan bahasa jepang, pembinaan karakter, kedisplinan serta kemampuan kerja para peserta didik agar mampu bersaing dan beradaptasi di lingkungan kerja maupun kehidupan masyarakat jepang.
" Pada kesempatan ini, kami akan melepas 44 orang siswa terbaik untuk berangkat ke jepang. Keberangkatan ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari perjuangan baru, " ucap pemuda ambisius yang sebelumnya telah berkarier di jepang selama delapan tahun itu.
Dia juga berpesan, keberhasilan bukan hanya diukur seberapa lama bekerja di luar negeri, akan tetapi bagaimana kalian mampu berkembang, belajar dan membawa manfaat bagi masa depan serta keluarga.
Rijen Alam Sinurat juga menyampaikan, hingga Juni 2026 pihaknya akan memberangkatkan sebanyak 44 peserta kerja ke Jepang.
Pada Mei 2026 sebanyak 14 peserta gelombang pertama dijadwalkan berangkat setelah menyelesaikan proses pelatihan dan persiapan, sementara 30 peserta lainnya akan diberangkatkan pada Juni 2026.
"Ini bukan sekadar angka, akan tetapi di balik angka itu ada cerita orang tua yang bekerja keras. Ada cerita anak muda yang belajar sampai malam. Ada cerita tentang mimpi untuk mengubah kehidupan keluarga menjadi lebih baik," ucapnya.
Anak penjual sayur itu juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, BP3MI Sumatera Utara, Dinas Ketenagakerjaan, para mitra, instruktur, dan seluruh orang tua yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepada pihaknya.
" Dukungan ini menjadi kekuatan bagi kami untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik bagi generasi muda. Semoga LPK Mori Centre SO dapat terus menjadi jembatan harapan bagi anak-anak muda yang ingin meraih masa depan yang lebih baik," sebutnya.
Mengakhiri sambutannya, ia mengucapkan selamat kepada peserta yang akan berangkat ke Jepang serta menyambut peserta didik baru tahun 2026.
Wakil Bupati Dr.
Deni Lumbantoruan menyampaikan, bahwa peresmian Sending Organization tersebut menjadi tonggak penting bagi kemajuan ketenagakerjaan di Kabupaten Tapanuli Utara.
Kehadiran LPK Mori Centre SO membuka peluang bagi generasi muda daerah untuk berkarier di tingkat internasional, khususnya di Jepang yang dikenal memiliki budaya kerja disiplin, jujur, dan profesional.
Peresmian Sending Organization ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi menjadi tonggak penting bagi kemajuan ketenagakerjaan di Tapanuli Utara.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mendukung berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia karena dinilai penting untuk mendorong kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan lembaga pelatihan kerja yang profesional, legal, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja internasional memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan berdaya saing.
Deni berpesan kepada seluruh peserta yang akan berangkat ke Jepang agar menjaga nama baik Indonesia, khususnya Kabupaten Tapanuli Utara, dengan menunjukkan sikap disiplin, jujur, rajin, dan bertanggung jawab selama menjalani program magang maupun pekerjaan di luar negeri.
Acara itu turut dihadiri perwakilan BP3MI Sumatera Utara Riansa Manalu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara Yuliani Siregar, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Provinsi Sumut John Suhartono Purba, Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, mitra kerja, jajaran LPK Mori Centre SO, orang tua peserta didik serta OKP.
Peresmian SO LPK Mori Centre dirangkai dengan pelepasan sepasang merpati putih dan pemberian boras sipirnitondi bagi 44 siswa yang akan diberangkatkan ke Jepang.
Dan juga dilakukan pembasuhan kaki orang tua oleh masing-masing anaknya yang dalam waktu dekat akan berangkat ke Jepang.**
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News