Selasa, 09 Juni 2026

Waspada, Sindikat Ganjal ATM 'Hantui' Warga Kota Medan, Korban Dikabarkan Merugi Ratusan Juta

Ardi Yanuar - Selasa, 09 Juni 2026 18:29 WIB
Waspada, Sindikat Ganjal ATM 'Hantui' Warga Kota Medan, Korban Dikabarkan Merugi Ratusan Juta
Pelaku (dalam lingkaran) terekam cctv saat berpura-pura menolong korban ketika sedang bertransaksi di ATM BNI Jalan Gaperta.
Medan, MPOL -Warga Kota Medan diminta lebih waspada jika hendak mengambil uang ataupun bertransaksi di ATM. Baru-baru ini viral seorang pria lanjut usia (lansia) menjadi korban setelah uang di rekeningnya tiba-tiba terkuras hingga ratusan juta rupiah.

Baca Juga:
Dalam beberapa hari terakhir, aksi kriminal dengan modus ganjal ATM kembali membuat resah dan 'menghantui' masyarakat Kota Medan. Sejumlah warga, terutama kalangan orang tua dan pensiunan, dilaporkan menjadi korban kejahatan yang diduga dilakukan oleh sindikat terorganisir.

Informasi yang dihimpun, para pelaku memanfaatkan kelengahan korban saat melakukan transaksi di mesin ATM, dengan berbagai modus, mulai dari mengganjal slot kartu hingga berpura-pura membantu korban yang mengalami kendala transaksi. Pelaku kemudian berhasil menguasai data dan PIN nasabah sebelum menguras isi rekening mereka.

Salah satu lokasi yang disebut-sebut menjadi titik rawan adalah ATM BNI di Jalan Gaperta, Kecamatan Medan Helvetia. Berdasarkan informasi, peristiwa serupa telah terjadi hingga tiga kali di lokasi yang sama. Sejumlah korban mengaku kehilangan uang dalam jumlah besar setelah melakukan transaksi.

"Korbannya kebanyakan orang tua dan pensiunan. Mereka tidak menyadari bahwa kartu ATM sudah ditukar atau data mereka sudah diketahui pelaku. Saat korban pulang, rekening mereka sudah terkuras," ungkap salah seorang warga.

Akibatnya, total kerugian yang dialami para korban disebut-sebut mencapai ratusan juta rupiah. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama bagi warga lanjut usia yang masih mengandalkan layanan ATM untuk mengambil dana pensiun maupun kebutuhan sehari-hari.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ardi Yanuar
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru