Medan, MPOL -Warga Kota Medan diminta lebih
waspada jika hendak mengambil uang ataupun ber
transaksi di ATM. Baru-baru ini viral seorang pria lanjut usia (
lansia) menjadi korban setelah uang di rekeningnya tiba-tiba terkuras hingga
ratusan juta rupiah.
Baca Juga:
Dalam beberapa hari terakhir, aksi kriminal dengan modus
ganjal ATM kembali membuat resah dan 'menghantui' masyarakat Kota Medan. Sejumlah warga, terutama kalangan orang tua dan
pensiunan, dilaporkan menjadi korban kejahatan yang diduga dilakukan oleh
sindikat terorganisir.
Informasi yang dihimpun, para pelaku memanfaatkan kelengahan korban saat melakukan
transaksi di mesin ATM, dengan berbagai modus, mulai dari mengganjal slot kartu hingga berpura-pura membantu korban yang mengalami kendala
transaksi. Pelaku kemudian berhasil menguasai data dan PIN nasabah sebelum menguras isi rekening mereka.
Salah satu lokasi yang disebut-sebut menjadi titik rawan adalah ATM BNI di Jalan Gaperta, Kecamatan Medan Helvetia. Berdasarkan informasi, peristiwa serupa telah terjadi hingga tiga kali di lokasi yang sama. Sejumlah korban mengaku kehilangan uang dalam jumlah besar setelah melakukan
transaksi.
"Korbannya kebanyakan orang tua dan
pensiunan. Mereka tidak menyadari bahwa kartu ATM sudah ditukar atau data mereka sudah diketahui pelaku. Saat korban pulang, rekening mereka sudah terkuras," ungkap salah seorang warga.
Akibatnya, total kerugian yang dialami para korban disebut-sebut mencapai
ratusan juta rupiah. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama bagi warga lanjut usia yang masih mengandalkan layanan ATM untuk mengambil dana pensiun maupun kebutuhan sehari-hari.
Warga sekitar mengaku mulai merasa was-was setiap kali hendak ber
transaksi di mesin ATM. Mereka berharap aparat penegak hukum segera bertindak cepat sebelum jumlah korban semakin bertambah.
"Kita berharap jangan sampai ada korban berikutnya. Kami minta polisi segera mengungkap dan menangkap pelaku. Masyarakat sudah sangat resah," ujarnya.
Maraknya kasus
ganjal ATM ini menjadi peringatan bagi masyarakat dan diimbau agar lebih berhati-hati saat ber
transaksi. Nasabah diimbau untuk selalu menutupi keypad saat memasukkan PIN, tidak menerima bantuan dari orang yang tidak dikenal, serta segera melapor kepada pihak bank maupun kepolisian apabila menemukan hal mencurigakan di sekitar mesin ATM.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu langkah tegas aparat kepolisian untuk mengungkap pelaku yang telah membuat keresahan dan menimbulkan kerugian besar bagi warga Kota Medan. Keberadaan
sindikat ganjal ATM yang terus beraksi dinilai telah menjadi ancaman serius bagi keamanan
transaksi perbankan di tengah masyarakat.
Terkait kejadian ini, Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis ketika dikonfirmasi mengaku pihaknya masih melakukan penyelidikan. Adrian pun berjanji secepatnya akan mengungkap kasus ini agar tidak ada lagi yang menjadi korban.
"Masih dalam penyelidikan. Bismillah doakan segera terungkap," kata Adrian kepada Medan Pos, Selasa (9/6/2026).
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News