Rabu, 10 Juni 2026

Pelatihan SAR Air 2026 Dibuka, Masyarakat Disiapkan Hadapi Situasi Darurat di Perairan

Toga Pasaribu - Rabu, 10 Juni 2026 08:04 WIB
Pelatihan SAR Air 2026 Dibuka, Masyarakat Disiapkan Hadapi Situasi Darurat di Perairan
Dankodaeral I menghadiri acara Pembukaan Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan (SAR) di Permukaan Air Tahun 2026, dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution di Aula Raja Inal Siregar, Lantai 2 Kantor Gubernur Sumatera Utara. (Topas)

Medan, MPOL -Komandan Komando Daerah Angkatan Laut I (Dankodaeral I) menghadiri acara Pembukaan Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan (SAR) di Permukaan Air Tahun 2026 yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution di Aula Raja Inal Siregar, Lantai 2 Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (09/06/2026).

Baca Juga:

Kehadiran Kodaeral I menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan sinergi lintas instansi dalam meningkatkan kemampuan pencarian dan pertolongan di wilayah perairan.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumut menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana dan kecelakaan di perairan. Untuk mendukung upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berencana memberikan insentif tambahan bagi kepala desa yang mengikuti dan lulus pelatihan water rescue serta memperoleh sertifikat dari Basarnas.

Menurutnya, aparatur desa yang memiliki kemampuan dasar penyelamatan dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan respons awal saat terjadi kondisi darurat, terutama di wilayah yang memiliki akses perairan cukup luas.

"Pelatihan Potensi SAR di Permukaan Air Tahun 2026 diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi, kesiapsiagaan, dan kapasitas potensi SAR dalam menyelamatkan masyarakat saat terjadi bencana maupun kecelakaan di perairan. Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh pembekalan mengenai teknik pencarian dan pertolongan, prosedur keselamatan, penggunaan peralatan penyelamatan, serta koordinasi operasi SAR. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat sehingga tercipta sistem respons darurat yang lebih cepat, efektif, dan terintegrasi di Sumatera Utara," pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI M. Syafi'i, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta peserta pelatihan dari berbagai daerah di Sumatera Utara. **

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Jalaluddin Lase
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru