Sabtu, 13 Juni 2026

Sewa Tanah Milik PT KAI Digusur Bupati Deli Serdang, Begini Nasib Pedagang Deli Tua

Josmarlin Tambunan - Rabu, 10 Juni 2026 15:53 WIB
Sewa Tanah Milik PT KAI Digusur Bupati Deli Serdang, Begini Nasib Pedagang Deli Tua
Yeni Beru Ginting salah seorang pedagang di Pasar Delitua.(dok)
Deli Tua, MPOL: Pagi itu matahari mulai menanjak menyinari jagat bumi. Bintik-bintik air di dedaunan mulai menetes jatuh ke tanah setelah malam harinya hujan rintik-rintik. Sementara itu, para pedagang sibuk mengatur lapak jualannya. Suasana di Pasar Deli Tua pun semakin ramai. Para pedagang dengan ceria melayani para konsumen.

Baca Juga:
Akan tetapi suasana keceriaan tiba-tiba berubah hening tatkala petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Deli Serdang menyodorkan selembar surat memaksa meninggalkan lapak jualan mereka. Padahal lapak jualan itu milik PT.KAI (Kereta Api Indonesia) yang sudah mereka tempati turun temurun.

Bahkan, lapak itu mereka sewa kepada PT KAI.

"Dulunya orangtua saya yang jualan disini, menyewa lahan dari PT KAI. itu sejak tahun 90-an kemudian saya lanjutkan. Aku setor ke BRI menggunakan Virtual Account, dari PT KAI langsung ngasih nomornya," aku Yeni Beru Ginting kepada wartawan, Selasa (9/6).


Para pedagang Pasar Deli Tua yang disuruh pindah.(jostamb).

"Bukti pembayaran ada sama saya. Bukan dokumen elektronik, hanya piagam, ada, atas nama orang tua ku," akunya lagi.

Yeni br Ginting mengatakan, bukti sewa lapak di emplasemen PT.KAI sudah pernah diperlihatkan kepada anggota DPRD Deli Serdang saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan para pedagang yang akan digusur.

"Sampai tahun 2021 saya nyewa. Saya bayar 30 jutaan lebih. Ada buktinya. Berarti saya kan penyewa yang baik," ujarnya lagi.

Dia berharap pihak PT.KAI memberikan kompensasi bila harus pindah dari lapak yang dia gunakan untuk menghidupi keluarganya.

"Kami berharap pihak Kereta Api dan Pemkab Deli Serdang memberikan kompensasi untuk modal usaha," pinta Yeni br Ginting.

BUPATI TAK BERPIHAK RAKYAT

Wacana pemindahan Pasar Deli Tua ke Deli Old Town (Pusat Pasar Modern berbentuk ruko) di Kelurahan Deli Tua Barat, Kecamatan Deli Tua mendapat penolakan keras dari para pedagang tradisional Deli Tua di Kelurahan Deli Tua Timur.

Berbagai upaya akan dilakukan para pedagang demi mempertahankan lapak jualan mereka yang sudah ditempati mencari nafkah secara turun temurun.

Konsolidasi pun terus mereka mantapkan untuk menguatkan satu misi melawan "Penguasa" yang suatu waktu bertindak diluar batas kemanusiaan.

Mereka menilai Bupati Deli Serdang Asriluddin Tambunan tidak berpihak kepada masyarakat kecil. Dia lebih mengutamakan oligarki.

"Tanah milik kereta api tapi dia diduga menyuruh untuk menggusur rakyatnya sendiri demi pengusaha yang hendak membangun kuliner," kata para pedagang.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Josmarlin Tambunan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru