Taput, MPOL-Kapolres Taput AKBP Ferry Mulyana Sunarya, S.I.K., M.H sambut baik audensi PWI Bonapasogit di ruang kerjanya, Rabu (12/8).
Baca Juga:
Dihadapan pengurus dan anggota PWI Bonapasogit, Kapolres menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus memperkuat upaya pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Tapanuli Utara.
Ferry juga mengatakan dirinya akan mengunjungi seluruh Polsek jajaran untuk memastikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat berjalan optimal.
Selain itu, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kamtibmas serta pelaksanaan tugas personel di tingkat kecamatan hingga desa.
"Saya ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat dan pemeliharaan kamtibmas di setiap wilayah berjalan dengan baik. Karena itu, saya akan turun langsung mengunjungi Polsek-Polsek jajaran," tegas mantan Kapolres Nias Selatan itu.
Ia mencontohkan kunjungannya ke Kecamatan Garoga. Menurutnya, koordinasi dan sinergitas antara TNI, Polri dan masyarakat di wilayah tersebut telah berjalan dengan baik.
"Saya melihat di Garoga hubungan dan sinergitas TNI, Polri dan masyarakat terjalin dengan baik. Kondisi seperti ini tentu perlu terus dipelihara dan diperkuat," katanya.
Terkait persoalan hukum yang terjadi di tengah masyarakat, Ferry menilai penyelesaian secara musyawarah dan kekeluargaan dapat ditempuh sepanjang memenuhi ketentuan hukum dan perkara tersebut memungkinkan untuk diselesaikan melalui mekanisme tersebut.
"Apabila suatu persoalan masih dapat diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, tentu itu menjadi hal yang baik, " sebutnya.
Namun, untuk perkara yang merupakan tindak pidana dan tidak dapat diselesaikan melalui mekanisme tersebut, Polri tetap akan menjalankan proses hukum sesuai peraturan perundang-undangan.
Ferry juga menyampaikan pandangannya mengenai ukuran keberhasilan kepolisian. Menurutnya, keberhasilan Polri tidak semata-mata diukur dari banyaknya kasus yang berhasil diungkap atau jumlah pelaku yang diamankan, tetapi juga dari kemampuan kepolisian mencegah terjadinya tindak pidana.
"Keberhasilan kepolisian tidak hanya diukur dari seberapa banyak kasus yang berhasil diungkap. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mampu mencegah terjadinya tindak pidana sehingga angka kriminalitas dapat ditekan," ucapnya.
Menurut dia, tingginya angka kriminalitas juga menjadi indikator perlunya penguatan langkah-langkah preventif dan preemtif di tengah masyarakat.
"Kalau angka kriminalitas dapat kita cegah dan tekan, itu merupakan salah satu indikator bahwa upaya preventif dan preemtif kepolisian berjalan dengan baik," katanya.
Ia juga mengaku sengaja menggunakan sepeda motor saat melakukan kunjungan ke sejumlah Polsek jajaran.
Selain lebih mudah menjangkau wilayah, cara tersebut membuat dirinya dapat melihat langsung kondisi masyarakat dan infrastruktur di sepanjang perjalanan.
"Dengan menggunakan sepeda motor, saya bisa lebih dekat dengan masyarakat, menyapa warga, sekaligus melihat kondisi jalan dan situasi wilayah secara langsung. Apalagi karakter geografis Tapanuli Utara sangat mendukung untuk dijelajahi dengan sepeda motor," derainya.
Untuk itu, kita ingin hadir di tengah masyarakat bukan hanya ketika terjadi persoalan hukum, tetapi juga sebelum persoalan itu terjadi. Pencegahan harus menjadi bagian penting dari tugas kepolisian.
Sementara itu, audiensi PWI Bonapasogit dipimpin Ketua PWI Taput Alfonson Situmorang didampingi Sekretaris Darwin Manalu serta Candra Sirait, Bongsu Sitompul, Jan Piter Simorangkir, Robert Siregar dan Andoki Manalu.
PWI Bonapasogit berharap terjalin kemitraan yang baik dengan Polres Tapanuli Utara, termasuk dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
Alfonso menegaskan, kemitraan antara pers dan kepolisian tidak menghilangkan fungsi pers sebagai kontrol sosial.
"Ketika Polri bekerja untuk kepentingan masyarakat, tentu kami mendukung. Namun, pada saat yang sama, pers tetap menjalankan fungsi kontrol sosial, terutama dalam mengawal penegakan hukum dan keadilan di Tapanuli Utara," jelas Alfonso.
Menurutnya, kemitraan pers dengan kepolisian harus dibangun berdasarkan profesionalisme, keterbukaan, independensi dan kepentingan masyarakat.
"Kami mendukung Polri ketika menjalankan tugas untuk rakyat. Tetapi pers tetap harus menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional dan objektif," ucapnya.**
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News