Minggu, 13 September 2026

Perkara Narkoba Bikin Sejumlah Pelaku Nyamar Jadi Polisi, Peras-Bantai Pria di Percut hingga Tewas

Pistol Mainan Diamankan
Ardi Yanuar - Minggu, 13 September 2026 16:49 WIB
Perkara Narkoba Bikin Sejumlah Pelaku Nyamar Jadi Polisi, Peras-Bantai Pria di Percut hingga Tewas
Ardi.
Kapolsek Medan Tembung, Kompol Ras Maju Tarigan saat menginterogasi Feby Ananda Wibianto, pelaku penganiayaan hingga korbannya tewas.
Medan, MPOL - Tewasnya Suwarno (41) setelah dibantai oleh sejumlah orang tak dikenal (OTK) di Percut Sei Tuan, menguak motif penganiayaan berujung maut tersebut. Warga Jalan Rukun, Desa Kolam, itu mengalami luka di bagian kepala, wajah, mata lebam dan kaki lecet diduga bekas seretan.

Baca Juga:
Setalah dianiaya dan tak berdaya, korban lalu dibuang di dekat Bendungan Bandar Sidoras, Desa Cinta Rakyat, Percut Sei Tuan. Warga yang pada saat itu melintas melihat ada seorang tergeletak lalu menghubungi kadus setempat lalu diteruskan ke pihak kepolisian, Sabtu (12/9/2026) dini hari.

Dari kasus ini, tim gabungan Polsek Medan Tembung dan Jatanras Satreskrim Polrestabes Medan berhasil meringkus dua di antara sejumlah pelaku. Kedua pelaku adalah Feby Ananda Wibianto alias Nanda (22) dan Hendri Pribadi (26), keduanya warga Jalan Trunojoyo, Dusun X, Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Kapolsek Medan Tembung, Kompol Ras Maju Tarigan mengatakan kedua pelaku diringkus tak sampai 1x24 jam di Jalan Kali Serayu, Desa Saentis, Sabtu (12/9/2026) sekira pukul 15.00 WIB. Dari pengakuan kedua pelaku, mereka nekat membantai korban yang hendak membeli narkoba lalu melakukan pemerasan. Perbuatan tersebut sudah direncanakan pelaku dengan mengaku-ngaku sebagai polisi.


Jasad korban di RS Bhayangkara.

"Jadi gini, mungkin korban sama temannya baru mengonsumsi narkoba di daerah Desa Cinta Rakyat. Para pelaku memantau keduanya lalu menghentikan laju motor korban di jalan. Kedua korban kemudian dibawa ke salah satu lokasi di kawasan Pekan Kamis, lalu dianiaya di sana. Mereka (pelaku) ada empat orang modusnya mengaku sebagai polisi," kata Ras Maju, Minggu (13/9/2026).

Saat diberhentikan, keempat pelaku tersebut melakukan pemeriksaan dan berusaha memeras korban. Lantaran mengaku tidak ada membawa sabu, korban berusaha melawan hingga para pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban. Sementara teman korban berhasil menyelamatkan diri.

Setelah tak berdaya dibantai empat pelaku dengan kondisi sudah berlumuran darah, korban lalu dibuang ke Bendungan Bandar Sidoras. Sesampainya di lokasi, korban kembali dianiaya para pelaku hingga babak belur.

Warga yang menemukan korban tergeletak berdarah-darah berusaha membawanya ke salah satu puskesmas di Desa Tanjung Rejo. Lantaran luka yang dialami cukup parah, lalu korban dibawa ke RS Bhayangkara. Saat di rumah sakit korban masih hidup dan sempat mendapatkan perawatan dalam keadaan kritis. Namun, tak berselang lama, korban akhirnya meninggal dunia.


Tampang kedua pelaku yang ditangkap.

"Motifnya mau merampok, melakukan pemerasan. Karena gak ada (membawa sabu) korban melawan, lalu korban dipukuli mereka (pelaku). Salah satu pelaku membawa pistol mainan karena mengaku sebagai polisi," ungkapnya.

Eks Kasatreskrim Polres Karo ini menambahkan pelaku Nanda berperan memukul korban sampai pingsan. Sementara pelaku Hendri memukul teman korban.

"Jadi ada dua pelaku lagi yang masih kita kejar. Perannya membawa korban ke bendungan dan kembali menganiaya korban," pungkasnya. *

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ardi Yanuar
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
FITNAH DI RUANG DIGITAL

FITNAH DI RUANG DIGITAL

Ruang digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi. Media sosial, aplikasi pesan instan, dan platform berbagai konten memudahkan penyeb

Artikel