Minggu, 18 Oktober 2026

Bikin Heran Warga, Proyek Rp3,7 M Deli Serdang Cor Jalan Saat Box Culvert Masih Tergenang

Redaksi - Minggu, 18 Oktober 2026 15:14 WIB
Bikin Heran Warga, Proyek Rp3,7 M Deli Serdang Cor Jalan Saat Box Culvert Masih Tergenang
Proyek Rp3,7 M Deli Serdang sudah masuk tahap pengecoran jalan, sedangkan box culvert di bawahnya masih tergenang air, Senin, (12/10/2026). (Foto: MPOL/Dedy.Z)
Deliserdang, MPOL - – Proyek peningkatan ruas jalan senilai Rp3,7 miliar milik Dinas SDABMBK Kabupaten Deli Serdang di Gang Langgar, Desa Dalu Sepuluh-A, Kecamatan Tanjung Morawa, kembali menjadi sorotan.Pasalnya, meski pemasangan box culvert telah rampung, air hujan yang turun beberapa waktu lalu masih terlihat tergenang di dalamnya. Upaya pekerja untuk memastikan saluran air mengalir dengan baik ternyata belum final.

Baca Juga:

Box Culvert yang telah ditanam di Gang Langgar tampak masih tergenang air, namun pengecoran jalan di atasnya sudah mulai dikerjakan, diabadikan, Senin (12/10/2026). (Foto: MPOL/Dedy.Z)

Namun, pantauan di lokasi pada Senin (12/10/2026), proyek ini sudah memasuki tahap pengecoran jalan di atas box culvert yang tertanam. Hal ini menimbulkan pertanyaan warga sekitar terkait efektivitas proyek.

Warga khawatir, menjelang musim hujan, drainase yang tidak berfungsi optimal dapat memicu banjir. Selain itu, genangan air yang terlalu lama di dalam box culvert dikhawatirkan dapat melemahkan struktur jalan.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya saat ditemui wartawan, Kamis (15/10/2026).

"Heran memang, air nggak mengalir di saluran box culvert, tapi jalan di atasnya sudah mulai dicor. Gimana nanti kalau ternyata box-nya yang perlu diperbaiki? Bakal dibongkar lagi dong cor jalannya. Kan sayang uang proyeknya," ujarnya.

Ia menambahkan, pengerjaan dua kali justru memperlama waktu proyek dan mengganggu aktivitas warga. "Saran saya, mending fokus dulu pastikan 100% air mengalir dengan baik dan pengecoran jalan ditunda dulu," tambahnya.

Pantauan di lapangan, tahap pengecoran jalan di Gang Langgar dimulai pada Senin (12/10/2026). Pada hari yang sama, wartawan Medan Pos mengkonfirmasi hal ini kepada Kepala Dinas SDABMBK Deli Serdang, Suparno, melalui pesan WhatsApp.

"Terima kasih infonya, Bang. Saya cek dulu ya," ujar Suparno tanpa memberi keterangan lanjutan. Ia pun tidak merespons saat dihubungi kembali berkali-kali.

Jumat (16/10/2026), saat pengecoran jalan mulai rampung, Suparno kembali terkonfirmasi. Suparno mengaku genangan air itu karena ada perbaikan kedalaman galian diujung jalan sehingga saluran dibendung. Sedangkan pantauan di lokasi menunjukkan pengecoran jalan tetap dibiarkan berlanjut.

"Sudah dites mengalir, tapi nggak mungkin semua mengalir sampai kering. kan ada juga saluran air dari rumah warga masuk ke dalam.

Untuk sementara (saluran) memang dibendung. Di ujung ada yang didalami lagi galianya. Gak bisa dalam kali, nanti air sungai bisa masuk ke dalam," jelas Suparno.

Sementara itu, Sugeng yang disebut-sebut sebagai pihak pelaksana belum berhasil ditemui. Namun, melalui anggotanya, Jo, yang ditemui di lokasi proyek ketika ditanya mengapa pengecoran jalan dilakukan padahal air di box culvert belum dipastikan 100% mengalir dengan optimal, Jo pun mengklarifikasi bahwa air itu pasti mengalir.

"Sebagian udah ngalir sana, cuma dibagian ujung masih ditumpat (masih dikerjai), udah dipastikan, cuma 10 meter lagi ditutup orang itu (pekerja.red), kalau ngalirnya, pasti ngalir bang", ujar Jo, kepada Medan Pos, Rabu, 14/10/2026.

Proyek peningkatan ruas jalan ini sebelumnya telah menjadi sorotan publik setelah pantauan di lapangan menemukan susunan box culvert yang terlihat tidak rata (tidak simetris) dan jika dilihat di permukaan seperti bergelombang (tinggi-rendah). Hal itu telah dikonfirmasi dalam pemberitaan Medan Pos sebelumnya.

Pemberitaan sebelumnya juga mengungkap adanya pengakuan Sugeng bahwa proyek senilai Rp3,7 Miliar itu ia kerjakan pakai CV orang lain (CV.Baik Budi.red). Sugeng mengaku sebagai pihak pelaksana namun tidak memiliki kedudukan apapun di dalam keanggotaan CV.Baik Budi. Sementara terhadap Direktur CV.Baik Budi hingga saat ini masih belum berhasil terkonfirmasi, Medan Pos Online telah berupaya mencari lokasi kantor perusahaan tersebut dan belum menemukan.

Perlu diketahui, anggaran proyek ini bersumber dari APBD Deli Serdang TA 2026, dengan nilai kontrak Rp3.723.335.000. Pelaksana proyek CV.Baik Budi, dengan jangka waktu pelaksanaan Agustus s.d Desember 2026. (Dedy.Z)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Baringin MH Pulungan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru