Dari 11 tersangka yang ditangkap, yang menjadi atensi Kapolda adalah tersangka MTA sebagai Ketua Geng Motor Neleng.
Baca Juga:
"Dia (MTA) juga adalah warga binaan dari Lapas Labuhan Deli. Yang bersangkutan belum lepas dari masa tahanannya karena berstatus pembebasan bersyarat. Dia melakukan kembali tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan secara bersama-sama hingga korban meninggal dunia menggunakan senapan angin yang sudah dimodifikasi," jelasnya.
Dari sejumlah barang bukti senjata tajam yang diamankan dari para pelaku dan sesuai dengan peran masing-masing tersangka, siapa yang membacok, yang menembak, yang melempar batu, sudah diperiksa oleh penyidik dan para tersangka mengakui perbuatannya.
"Yang menjadi atensi saya juga adalah terkait dengan penangkapan para tersangka ini. Setelah urine dicek, hasilnya rata-rata mereka menggunakan narkotika jenis inex. Jadi tidak salah kalau saya selalu perintahkan ke jajaran untuk memberantas peredaran narkoba. Saya sampaikan kepada pimpinan Polres untuk tegas, keras dan terukur," tegasnya.

Ketua Geng Motor Neleng, MTA tampak terduduk di kursi roda usai kedua kakinya jebol ditembak polisi.
"Sekali lagi saya sampaikan Polri tidak tinggal diam, jangan macam-macam menggangu ketertiban masyarakat di wilayah Sumut. Saya bersama jajaran akan tegas dan keras untuk bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat," tambahnya.
Selain itu, Whisnu memerintahkan jajarannya untuk mendalami yang sebenarnya akar permasalahan dari konflik tersebut.
"Saya memerintahkan direktorat intelejen dan direktorat pidum di Polda Sumut untuk mendalami akar permasalahan dari sengketa tanah, apakah sudah eks HGU, bagaimana haknya, masih didalami direktorat intelejen," ujarnya
Kapolrestabes Medan, KBP Gidion Arif Setyawan menambahkan pihaknya berjanji akan mengungkap kasus berdarah di Jalan Selambo sampai tuntas.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News