Medan, MPOL -
Baca Juga:
Perubahan nama
Yayasan Universitas Islam Sumatera Utara (
UISU) menjadi
Yayasan Wakaf Universitas Islam Sumatera Utara (W
UISU) sebagai tonggak baru sejarah perguruan tinggi swasta tertua di luar pula Jawa tersebut.
Perubahan nama diluncurkan pada puncak Milad
Yayasan ke-75 dan Milad Universitas ke- 74.
Acaranya di auditorium Lt III Kampus
UISU Jl. SM Raja, Medan, Rabu (7/126).
Ketua Umum Pengurus
Yayasan Wakaf
UISU Ir. Indra Gunawan, MP pada sambutannya, menyampaikan rasa syukur terlaksananya launching (peluncuran) perubahan nama yayasan.
Menurutnya, sebagaimanan tertuang dalam akta pendirian yayasan
UISU, lima pendiri telah mewakafkan harta mereka sebagai dana awal yayasan
UISU, dan dalam perubahan akta yayasan
UISU tertuang kalimat yayasan wakaf.
Dikatakan Indra, badan wakaf yang berbentuk badan hukum yayasan merupakan bukti dan semangat para pendiri pada awal pendirian
UISU, dan dilanjutkan pembina yayasan menjadikan wakaf sebagai jati diri yayasan.
"Melalui keputusan rapat pembina tanggal 10 Mei 2025 salahsatu keputusannya merubah nama yayasan
UISU menjadi yayasan wakaf
UISU. Tentunya ini menjadi tonggak baru sejarah
UISU," ujarnya.
Rektor
UISU Prof. Dr. Safrida, SE, M.Si pada kesempatan sama, menyebut perubahan yayasan
UISU menjadi badan wakaf sebagai langkah strategis dan visioner yang diyakini memperkokoh keberlanjutan institusi, memperkuat amanah pengelolaan serta menghadirkan keberkahan bagi seluruh civitas akademika dan masyarakat luas.
"Ini adalah bukti
UISU tidak hanya berpikir untuk hari ini, tapi juga menyiapkan pondasi yang kokoh bagi generasi masa depan," katanya.
Perubahan yayasan
UISU menjadi badan wakaf, disambut baik Ketua Dewan Pembina
Yayasan Prof. Dr. Fauzie Yusuf Hasibuan, SH, MH.
Menurutnya, tambahan nama Wakaf pada yayasan telah terdaftar di Dirjen AHU Kemenkumham RI tanggal 1 Februari 2025.
"Selama 75 tahun, dalam implementasi amanah lima pendiri kita telah melakukan misi yang dituangkan dalam sebuah akte berikut turunannya dan sudah kita lakukan. Bersamaan itu pula,
UISU berhasil mendapat akreditasi unggul. Karena sudah unggul, ada target akreditasi internasional. Perlu dipikirkan bagaimana menuju ke sana, perlu ada komunikasi (akses) internasional," paparnya.
Guru Besar
Sebelumnya pada hari sama, dilaksanakan sidang senat terbuka dengan agenda pengukuhan Prof. Dr. Ir. Murni Sari Rahayu, MP (Dekan F-Pertanian
UISU) sebagai Guru Besar Tetap.
Pengukuhan tersebut bagian dari strategi jangka panjang
UISU memperkuat pilar akademik dan meningkatkan daya saing riset di tingkat nasional maupun internasional.
Indra Gunawan berharap pengukuhan guru besar mampu menginspirasi para akademisi lain di
UISU untuk menjadi guru besar.
"Ini bukan hanya capain pribadi, tapi juga universitas. Tentunya membuat keberadaan
UISU semakin diakui masyarakat dan dunia, sebab jabatan guru besar menunjukan kemampuan potensi bidang akademik," jelasnya.
Rangkaian milad yayasan dan universitas, telah diawali dengan ziarah ke makam para pendiri
UISU dan tokoh masyarat pada 3 Januari kemarin, dilanjutkan kunjungan silaturahim dengan keluarga pendiri.
Kemudian, puncak milad 7 Januari, dilaksanakan sidang senat terbuka dan pengukuhan guru besar tetap
UISU, peluncuran perubahan nama yayasan, pemberian tali asih kepada mantan rektor dan wakil rektor, serta kepada keluarga dosen dan pegawai yang telah wafat.
Juga penyerahan 2.000 judul buku koleksi dan karya alm. H. Sabaruddin Ahmad (salahsatu pendiri
UISU) kepada
UISU, pembacaan puisi karya H. Sabaruddin Ahmad oleh Safwan Hadi Umri, serta penayangan dokumenter singkat lima pendiri
UISU.(*)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News