Jumat, 12 Juni 2026

Gandi: Bos MBG Ditangkap Karena Kuping Aparat Sudah Panas

Redaksi - Jumat, 12 Juni 2026 09:46 WIB
Gandi: Bos MBG Ditangkap Karena Kuping Aparat Sudah Panas
Ist
Gandi Parapat
Medan, MPOL -Kordinator Wilayah (Korwil) Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara (Sumut), Drs Gandi Parapat menyebut
tontonan dan teka teki penangkapan tiga orang bos MBG sekaligus kepercayaan Jokowi dan Prabowo tidak laku di masyarakat luas.

Baca Juga:
Gandi Parapat menilai Bos MBG tersebut sebelum ditersangkakan, dan pemerintah melalui aparat hukum sudah meriasnya dengan beberapa ahli strategi agar kelihatan bekerja untuk kepentingan Bangsa dan Negara, bukan untuk Jokowi dan Prabowo ataupun partai musuh masyarakat luas di MBG.

Dan mengherankan Bos No 1 MBG dikabarkan bergaji Rp 1M sehari, lain lagi tunjangan atau biaya operasional.

"Dan menurut kami, Bos MBG ditangkap karena kuping aparat sudah panas mendengar mereka mengutip biaya dari seseorang/kelompok untuk membuat gudang/dapur. Setau kami belum ada pejabat negara termasuk Presiden yang bergaji Rp 1M sehari", kata Gandi Parapat di Medan, Jumat (12/6/2026).

Kata Gandi, dari info yang diterima setiap yang punya dapur atau gudang MBG mendapat Rp 6 juta satu hari, kalau ada 10 dapur milik satu orang berarti mendapatkan Rp 60 juta satu hari.

"Sungguh mulia program Jokowi yang dijalankan presiden Prabowo dan sangat tepat ungkapan Prabowo "Hidup Jokowi". Kalau ada penilaian Jokowi dengan Prabowo sudah pecah dengan bukti Bos MBG ditersangkakan itu tidak benar. Dan Penggeledahan rumah Bos MBG yang diduga penjahat itu dan menemukan beberapa barang berharga seperti uang yang dipertontonkan, agar masyarakat simpati", ujar Gandi Parapat.

Dan hal itu bagi PMPHI Sumut serta masyarakat bukan penting dan tidak yakin Prabowo mengkhianati Jokowi. Hanya karena ditangkap yang diduga penjahat walaupun sudah dirias beberapa pakar kepercayaan penguasa.

"Prabowo itu orang yang konsekwen, tidak penghianat. Hanya kecurigaan kami pernah menyatakan MBG itu program Jokowi. Kami menilainya menguntungkan bagi Bangsa dan Negara. Prabowo tidak perduli, yang penting program itu dilaksanakan", ujarnya.

Perbedaan kami dan masyarakat dengan Program Prabowo agar MBG itu dibatalkan karena, kami menilai MBG itu kejahatan dan penghianatan kepada generasi penerus. Kenapa menjual generasi penerus untuk memperkaya orang kaya atau menggaji pejabat satu Rp 1M sehari. Kenapa uang negara itu tidak diberi langsung kepada yang bersangkutan (anak sekolah), hampir disetiap daerah yang memakan nasi kebanggaan Prabowo itu menurut berita ada pingsan dan ada yang mati", ujarnya.

PMPHI Sumut katanya sangat sadar pemerintah Prabowo sangat bangga dipuji dan dimanja, serta marah kepada orang atau kelompok yang memberi semangat dan dukungan melalui masukan atau kritik seperti masalah MBG, Pembangunan Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih.

Ketiga program yang dirias para ahli agar masyarakat luas menerima dan malah bersumpah agar semua membenarkan cap kempol.

"Jadi ditangkapnya tiga Bos MBG, menurut kami tidak bernilai, hanya diantara mereka saling cemburu. Kami tidak yakin hal itu pertanda keretakan Jokowi dengan Prabowo. Kami harapkan Prabowo harus mengingat sampai mati jasa Jokowi. Kami juga sangat berharap Prabowo bekerja untuk kepentingan NKRI selama lima tahun kontraknya dan bisa diperpanjang lima tahun lagi", tutup Gandi Parapat.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru