Sabtu, 04 Juli 2026

Legislator Golkar Apresiasi Polri Raih Sentimen Positif Tertinggi dalam Riset SSI

Zainul Azhar - Jumat, 03 Juli 2026 23:26 WIB
Legislator Golkar Apresiasi Polri Raih Sentimen Positif Tertinggi dalam Riset SSI
Jakarta, MPOL - Legislator Golkar apresiasi Polri raih sentimen positif tertinggi dalam riset SSI demikian anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Golkar Rizki Faisal mengatakan pada wartawan Jumat (3/7) di Jakarta.

Baca Juga:
Nenurutnya hasil monitoring digital yang dirilis Sintesa Strategi Indonesia (SSI) mengenai persepsi publik terhadap Presiden Prabowo Subianto. Riset tersebut menjadi indikator penting untuk mengukur efektivitas komunikasi pemerintah sekaligus tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

Berdasarkan hasil pemantauan percakapan digital di platform X, Facebook, Instagram, YouTube, TikTok, dan media online selama periode 5 Juni hingga 2 Juli 2026, persepsi publik terhadap Presiden Prabowo masih didominasi sentimen positif sebesar 41,5 persen. Sementara sentimen negatif tercatat 13,8 persen dan percakapan bernada netral mencapai 44,7 persen.

Rizki menilai hasil tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap Presiden tetap terjaga di tengah berbagai dinamika nasional.

Dalam klaster institusi penegak hukum, riset SSI mencatat Polri sebagai lembaga dengan kontribusi sentimen positif tertinggi terhadap citra Presiden. Dari 4.773.377 paparan konten yang berkaitan dengan Presiden Prabowo, Polri memperoleh sentimen positif sebesar 72,3 persen, sentimen netral 22,8 persen, dan sentimen negatif hanya 4,9 persen.

Sebagai anggota Komisi III DPR RI yang membidangi penegakan hukum, Rizki menilai capaian tersebut mencerminkan apresiasi publik terhadap kinerja Polri dalam menjaga stabilitas keamanan, menjalankan penegakan hukum, serta membangun komunikasi kelembagaan yang efektif.

"Saya melihat temuan ini menjadi motivasi bagi Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme, pelayanan kepada masyarakat, serta memperkuat kepercayaan publik. Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama dalam menjaga stabilitas nasional dan mendukung keberhasilan program-program pemerintah."

Tantangan ke depan tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memastikan setiap kebijakan dan langkah institusi negara dikomunikasikan secara terbuka, akuntabel, dan mudah dipahami.

Komunikasi publik yang baik akan berdampak pada meningkatnya kepercayaan masyarakat, baik terhadap institusi maupun terhadap pemerintahan secara keseluruhan.

"Riset ini menunjukkan bahwa ketika institusi bekerja dengan baik dan mampu membangun komunikasi publik yang efektif, dampaknya tidak hanya meningkatkan kepercayaan terhadap institusi tersebut, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo secara keseluruhan. Karena itu, sinergi seluruh institusi negara harus terus diperkuat demi menjaga stabilitas nasional dan mengawal pembangunan," tutur Rizki Faisal. (ZAR)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru