Selasa, 27 Oktober 2026

Bang Azran Dukung Kebangkitan Pariwisata Pulau Tidung dan Kepulauan Seribu

Zainul Azhar - Selasa, 27 Oktober 2026 20:18 WIB
Bang Azran Dukung Kebangkitan Pariwisata Pulau Tidung dan Kepulauan Seribu
Jakarta, MPOL - Bang Azran dukung kebangkitan pariwisata pulau Tidung, demikian dikatakan saat komitmen menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan pariwisata Kepulauan Seribu, Selasa (27/10) di Pulau Tidung.

Baca Juga:
Menurutnya melakukan penanaman mangrove di Pulau Tidung Kecil. Setelah kegiatan tersebut, ia membagikan sembako kepada masyarakat Pulau Tidung. Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari kunjungan kerja untuk memperkuat kepedulian sosial, menjaga lingkungan, serta mendorong pengembangan pariwisata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Penanaman mangrove bukan kegiatan seremonial, melainkan upaya menjaga ekosistem pesisir dan menyiapkan masa depan masyarakat. Ribuan mangrove telah ditanam dalam rangkaian kegiatan sebelumnya. Menurutnya, kelestarian alam harus berjalan seiring dengan penguatan pariwisata dan peningkatan kesejahteraan warga.

Dalam kunjungan tersebut, Bang Azran didampingi Camat Kepulauan Seribu Selatan Muhammad Nur serta Kepala Kantor DPD RI di Ibu Kota Provinsi DKI Jakarta Ria Melinda, S.H., M.H.

"Kita ingin lingkungan terjaga dan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi. Mangrove harus dirawat, laut dan pantai harus dijaga, sementara potensi wisata harus dikelola agar Kepulauan Seribu semakin dikenal dan masyarakatnya semakin sejahtera," tutur Bang Azran.

Camat Kepulauan Seribu Selatan Muhammad Nur menyambut positif kunjungan Bang Azran. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian terhadap lingkungan dan masyarakat melalui penanaman mangrove serta pembagian sembako.

"Kami berterima kasih atas perhatian Bang Azran. Penanaman mangrove dan bantuan sembako ini sangat berarti bagi masyarakat," tutur Muhammad Nur.

Bang Azran menilai langkah tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat kepulauan. Selain membantu menjaga pesisir, upaya mengangkat potensi wisata Pulau Tidung dinilai dapat memperkuat perekonomian lokal dan meningkatkan kesejahteraan warga.

"Kepedulian yang nyata. Beliau tidak hanya datang untuk menanam mangrove, tetapi juga membantu masyarakat dan mendorong agar potensi Pulau Tidung semakin dikenal. Ini tentu sangat berarti bagi kami."

Ia menilai keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan, tetapi juga dari dampaknya terhadap pendapatan warga, UMKM, lapangan kerja, serta kebersihan dan kelestarian lingkungan. Masyarakat harus menjadi pelaku utama, mulai dari nelayan, pemilik homestay, pelaku kuliner, pengelola kapal wisata, pemandu lokal, hingga pelaku ekonomi kreatif.

Pulau Tidung memiliki modal kuat untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari. Selain panorama laut dan pantai, pulau ini dikenal dengan Jembatan Cinta yang menghubungkan Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil. Wisatawan juga dapat menikmati aktivitas snorkeling, bersepeda, kuliner hasil laut, kehidupan masyarakat pesisir, serta suasana pulau yang khas.

Potensi Pulau Tidung dapat diperkuat dengan pengembangan wisata edukasi dan sejarah. Pulau ini memiliki museum atau ruang informasi yang dapat mengenalkan sejarah Kepulauan Seribu, kehidupan masyarakat, budaya maritim, serta kekayaan alam pesisir. Pengelolaan destinasi juga perlu didukung penyusunan paket wisata yang jelas, penataan kawasan, kebersihan, pengelolaan sampah, akses transportasi, promosi digital, dan peningkatan kualitas pelayanan.

"Jangan hanya mengandalkan keindahan alam. Pulau Tidung harus memiliki pengalaman wisata yang lengkap, tertata, bersih, nyaman, dan melibatkan masyarakat. Wisatawan bisa menikmati laut, belajar sejarah di museum, mencicipi ikan dan kuliner lokal, berkeliling dengan kendaraan wisata, serta mengenal kehidupan warga pulau."

Kolaborasi pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, pengelola destinasi, dan berbagai pihak untuk memperkuat Pulau Tidung sebagai destinasi wisata berkelanjutan. Mangrove berfungsi membantu mengurangi abrasi di kawasan yang sesuai, menjadi habitat biota, dan menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Pada saat yang sama, pariwisata harus membuka peluang usaha bagi warga melalui homestay, kuliner, penyewaan peralatan wisata, jasa pemandu, transportasi, kerajinan, serta penjualan ikan dan produk olahan laut.

Setelah rangkaian kegiatan di Pulau Tidung, Bang Azran melanjutkan kunjungan kerja ke Pulau Harapan untuk membagikan sembako kepada masyarakat. Agenda tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk memastikan kepedulian sosial dan perhatian terhadap kebutuhan warga menjangkau berbagai pulau di Kepulauan Seribu.

Agenda dilanjutkan pada Rabu (28/10/2026) melalui pembagian sembako di Pulau Panggang sebelum rombongan kembali ke Jakarta. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus penguatan hubungan antara wakil daerah dan masyarakat kepulauan.

Pembangunan Kepulauan Seribu membutuhkan komitmen jangka panjang untuk menjaga lingkungan, memperbaiki pelayanan, menyusun destinasi secara terarah, dan memastikan manfaat ekonomi dirasakan warga.

"Sebab, ketika lingkungan terjaga, pariwisata tumbuh, dan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi, di situlah pembangunan daerah menemukan maknanya yang sesungguhnya," tuturnya. (ZAR)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru