Rabu, 20 Mei 2026

Komisi Pendidikan KAM Dorong Kolaborasi Semua Pihak Wujudkan Pendidikan Bermutu dan Humanis

Redaksi - Rabu, 20 Mei 2026 21:13 WIB
Komisi Pendidikan KAM Dorong Kolaborasi Semua Pihak Wujudkan Pendidikan Bermutu dan Humanis
Ist
Fr. Paskalis Wangga, CMM.
Medan, MPOL -Komisi Pendidikan Keuskupan Agung Medan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu, humanis, dan berkarakter. Ajakan tersebut disampaikan melalui refleksi pastoral-edukatif bertajuk "Menguatkan Partisipasi Semesta untuk Pendidikan Bermutu" yang ditulis oleh Fr. Paskalis Wangga, CMM. Demikian disampaikannya kepada awak media (19/5/26).

Baca Juga:
Dalam refleksi tersebut ditegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu pengetahuan di ruang kelas, melainkan sebuah panggilan hidup untuk membentuk manusia secara utuh. Pendidikan harus mampu membangun kecerdasan intelektual, memperkuat karakter, menumbuhkan kepedulian sosial, serta memperdalam iman dan nilai kemanusiaan.

Fr. Paskalis menekankan bahwa pendidikan berkualitas tidak dapat diwujudkan hanya oleh sekolah atau pemerintah semata. Pendidikan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh unsur masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, Gereja, pemerintah, dunia usaha, hingga lingkungan sosial.

"Pendidikan bukan hanya soal prestasi akademik, tetapi juga tentang pembentukan karakter, moral, disiplin, tanggung jawab, kreativitas, dan kepedulian terhadap sesama," tulisnya.

Menurutnya, setiap bentuk keterlibatan masyarakat, sekecil apa pun, memiliki makna besar dalam mendukung dunia pendidikan. Mendampingi anak belajar di rumah, memberi teladan hidup yang baik, mendukung program sekolah, hingga menciptakan lingkungan sosial yang sehat merupakan bentuk nyata partisipasi dalam membangun masa depan generasi muda.

Dalam perspektif iman Katolik, pendidikan dipahami sebagai pelayanan kasih yang memanusiakan manusia. Mengacu pada dokumen Gereja Katolik Gravissimum Educationis, pendidikan sejati harus melahirkan pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga jujur, bijaksana, peduli, dan mampu mengasihi sesama.

Refleksi tersebut juga menyoroti pentingnya keluarga sebagai fondasi utama pendidikan. Keluarga disebut sebagai tempat pertama anak belajar tentang kasih, disiplin, tanggung jawab, penghargaan terhadap sesama, dan nilai-nilai kehidupan. Oleh karena itu, keteladanan orang tua menjadi faktor penting dalam pembentukan karakter anak.

Selain keluarga, sekolah memiliki peran strategis sebagai komunitas formatif yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk kepribadian peserta didik. Guru dipandang bukan sekadar pengajar, melainkan pendamping, motivator, sekaligus teladan hidup bagi anak-anak didik.

Sementara itu, Gereja hadir sebagai pendamping rohani yang membantu peserta didik bertumbuh dalam iman, moral, dan semangat pelayanan. Dalam konteks tersebut, Komisi Pendidikan KAM terus mendorong pendidikan Katolik agar tetap berakar pada nilai-nilai Injili dan mampu menjawab tantangan zaman.

Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus media sosial, dunia pendidikan dinilai menghadapi berbagai tantangan serius. Budaya instan, menurunnya interaksi sosial, hingga keterbatasan waktu orang tua dalam mendampingi anak menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama.

Karena itu, Fr. Paskalis mengajak semua pihak untuk membangun kesadaran baru bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Sekolah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan keluarga, Gereja, dan masyarakat.

Komisi Pendidikan KAM juga mengajak seluruh umat, termasuk Yayasan Pendidikan Katolik (YPK) KAM, untuk semakin aktif mendukung sekolah-sekolah dan asrama yang berada di bawah naungan Keuskupan Agung Medan. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan semangat Sinode KAM 2026–2027 yang mengusung tema mendengarkan, meneguhkan, dan mewartakan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

"Pendidikan adalah harapan bersama. Dari perhatian sederhana lahir perubahan besar. Dari kasih yang tulus tumbuh generasi yang kuat dan berkarakter," ungkapnya.

Melalui semangat partisipasi bersama, Komisi Pendidikan KAM berharap dunia pendidikan mampu melahirkan generasi yang cerdas, beriman, berintegritas, serta memiliki kepedulian sosial demi masa depan Gereja, bangsa, dan kemanusiaan, tutupnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru