Selasa, 28 April 2026

Akademisi Unimed Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Prof. Dr. Syawal Gultom, Tokoh Pendidikan Nasional dari Sumatera

Redaksi - Selasa, 28 April 2026 16:29 WIB
Akademisi Unimed Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Prof. Dr. Syawal Gultom, Tokoh Pendidikan Nasional dari Sumatera
Ist
Foto kenangan Dr. Dionisius Sihombing dengan Prof. Dr. Syawal Gultom.
Medan, MPOL -Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan Indonesia. Guru Besar Universitas Negeri Medan (Unimed), Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd., telah berpulang, meninggalkan jejak panjang pengabdian dan dedikasi yang tak ternilai bagi kemajuan pendidikan nasional, khususnya di Sumatera.

Baca Juga:
Akademisi Unimed, Dr. Dionisius Sihombing, M.Si, yang juga Ketua Lembaga Konsultasi (LKP) Citra Sumatera Utara menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian sosok yang selama ini dikenal sebagai pemimpin visioner, pembina yang tulus, serta tokoh yang berperan besar dalam membangun fondasi akademik di lingkungan kampus Unimed.

"Kepergian beliau adalah kehilangan besar, bukan hanya bagi keluarga besar Unimed, tetapi juga bagi dunia pendidikan Indonesia. Saya secara pribadi sangat merasa kehilangan. Beliau bukan sekadar pemimpin, tetapi juga guru kehidupan yang memberi teladan dalam dedikasi, integritas, dan semangat membangun," ungkap Dion dengan penuh haru.

Sepanjang perjalanan kariernya, almarhum Prof. Syawal Gultom dikenal sebagai figur sentral dalam transformasi Universitas Negeri Medan menjadi institusi pendidikan yang semakin maju dan diperhitungkan secara nasional. Kiprahnya tidak hanya tercermin dalam jabatan struktural yang diemban, tetapi juga dalam gagasan-gagasan besar yang beliau tanamkan tentang pentingnya kualitas, inovasi, dan karakter dalam pendidikan.

Sebagai pemimpin, almarhum Prof Syawal menanamkan spirit kepemimpinan yang humanis dan progresif. mendorong lahirnya generasi dosen yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan komitmen terhadap pengembangan masyarakat. Pola pembinaan yang dibangunnya menekankan pentingnya mentoring, kolaborasi, serta keberanian untuk berinovasi dalam menghadapi tantangan zaman.

Dalam pandangan Dion, warisan terbesar almarhum Prof. Syawal bukan hanya pembangunan fisik dan capaian institusional, tetapi juga nilai-nilai yang terus hidup dalam setiap insan akademik Unimed. "Beliau mengajarkan bahwa pendidikan adalah kerja peradaban. Almarhum Prof Syawal menanam benih-benih harapan pada setiap dosen dan mahasiswa untuk terus berkarya dan memberi dampak," tambahnya.

Kepergian tokoh pendidikan ini yang menjabat sebat Ketua Senat Unimed ini meninggalkan duka mendalam, namun juga menjadi pengingat akan pentingnya melanjutkan cita-cita dan perjuangan yang telah dirintis. Sosok almarhum Prof. Syawal Gultom akan selalu dikenang sebagai arsitek kemajuan pendidikan, yang jejak langkahnya akan terus menginspirasi generasi penerus.

"Selamat jalan, Guru. Salam hormat bagimu.Terima kasih atas segala pengabdian dan keteladanan yang telah Engkau berikan. Kini telah usai tugasmu dan karya besarmu membangun dunia pendidikan sudah tertunaikan dengan lengkap. Kami akan melanjutkan perjuanganmu, khususnya akan tetap menyuarakan Gema Membangun Negeri dari Sekolah di dunia Pendidikan" tutup Dion.

Semoga almarhum Prof Syawal Gultom mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta penghiburan.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru