Anggaran SILPA Dan Usul Sewa 30 Mobil Listrik, Waket DPRD DS: Kami Tolak Dan Akan Uji Petik
Lubuk Pakam, MPOL Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Deli Serdang (DS) menjadwalkan pembahasan Laporan Pertanggungjawaban Pela
Sumatera Utara
Medan, MPOL - Dalam tempo delapan hari, Polrestabes Medan bersama Polsek jajaran mengungkap puluhan kasus kejahatan dengan meringkus puluhan pelaku kejahatan dari berbagai kasus.
Baca Juga:
- Gasak N-Max-Uang Rp 14,5 Juta, Spesialis Curanmor dan Curat Didor Tim JCS
- Aksi Pengejaran di Areal Perkebunan Sawit, Polrestabes Medan Gagalkan Pengiriman 24 Kg Sabu ke Jakarta : BB Diselipkan Di Dinding Mobil
- Sarang Narkoba "Serba Jadi" Yang Dipasang Barikade dan Rintangan Digerebek : 3 Orang Diamankan, Barak Dibakar, Paket Sabu, Bong dan Timbangan Disita
Pengungkapan ini dilakukan menindaklanjuti tentang apa yang menjadi keluhan masyarakat yang terjadi secara terus menerus di Kota Medan. Hal itu dikatakan Kapolrestabes Medan, Komisaris Besar Polisi (KBP) Jean Calvijn Simanjuntak saat menggelar konferensi pers di Mapolrestabes Medan, Sabtu (18/10/2025) siang.
Calvijn menyebut pihaknya telah meringkus 87 tersangka dari 61 kasus pencurian.
"(Selama) delapan hari hasil kerjasama dan kolaborasi polres-polsek mengungkap 61 kasus kejahatan dengan 87 tersangka. Begal ada 4 kasus dan 6 tersangka, rayap besi dan kayu 26 kasus 42 tersangka," kata Calvijn Simanjuntak.
Keluhan masyarakat terus menerus bicara tentang begal, rayap besi/kayu dan berbicara terkait 'pompa' (narkoba). Ketiga kejahatan ini adalah kejahatan dengan bentuk pencurian kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat).
"Diksi bahasa yang terlanjur besar di Kota Medan inilah yang jadi fokus dalam jangka pendek ini, yaitu rayap besi, begal dan pompa. Kami ingin menciptakan rasa aman masyarakat Medan dan mengeliminir dalam jangka waktu pendek. mudah-mudahan konsisten," sebutnya.
Calvijn menjelaskan kenapa disebut 'pompa' karena mungkin barang buktinya sedikit, dan para tersangka menggunakannya dengan diksi 'pompa' sehingga para tersangka berani melakukan tindak pidana lainnya termasuk rayap besi dan begal.
"Hasil kejahatannya mereka (tersangka) jual kepada penadah dan berhasil kita tangkap. Ini tugas kami (polisi) supaya tak ada lagi penampung barang curian seperti botot dan panglong yang berupaya membelinya. Saya sampaikan hasil kejahatan berupa uang, ini merupakan lingkaran setan. Aksinya ini berulang terus. Ini tak boleh lagi terjadi," tegasnya.
Eks Dirresnarkoba Polda Sumut ini juga menekankan kepada para Kapolsek untuk menciptakan keamanan di wilayahnya dari kejahatan jalanan, premanisme dan narkoba hingga kekerasan kepada kelompok rentan.
Ada berbagai modus yang dilakukan para pelaku saat beraksi dan secara berulang-ulang. Khusus kejahatan begal, modus para pelaku ada tiga jenis. Pertama adalah modus pelaku dengan hanya mengancam korban sehingga korbannya terjatuh dan motornya diambil. Modus kedua langsung merampas barang korban berupa hp dan lain-lain.
"Kemudian, modus ketiga ini paling tak boleh terjadi adalah para pelaku mengancam korban dengan sajam, berani melumpuhkan korban dengan menebas, sehingga korban jatuh dan terluka," sebutnya.
Selanjutnya, Calvijn juga mengungkap modus pelaku pencurian 'rayap' besi/ kayu'. Para pelaku merusak dan mencuri apapun seperti potongan besi dan kayu, mulai dari pagar, kusen, jemuran, pintu, jendela, tiang besi, genset, tabung gas, kabel proyek dan lain sebagainya.
"Ini barang-barang yang secara nominal tak seberapa, tapi dilakukan berulang-ulang sehingga membuat rasa takut masyarakat. (Bahkan) mereka (tersangka) juga membongkar rumah dan gudang," ucapnya.
"Contohnya yang lain ada di Stadion Teladan curi besi proyek, ada 4 orang (tersangka). Bayangkan mereka berani masuk Stadion Teladan yang dalam proses renovasi dengan mengambil barang materialnya," tambahnya.
Selain itu, yang menarik perhatian Kapolres adalah pengungkapan yang dilakukan Polsek Medan Tuntungan yang meringkus pencuri beberapa alat kelistrikan.
"Terakhir (kasus) diungkap Polsek Tuntungan. (Tersangkanya) mengambil saklar, stop kontak dan LCD. Mudah-mudahan kehadiran polisi bisa menjadi suatu yang baru sehingga tercipta rasa aman," pungkasnya. *
Lubuk Pakam, MPOL Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Deli Serdang (DS) menjadwalkan pembahasan Laporan Pertanggungjawaban Pela
Sumatera Utara
Samosir, MPOL Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Medan (UNIMED) kelompok II menggelar sosialisasi bertajuk KKN Berdampa
Sumatera Utara
Medan, MPOL &ndash Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan Sumatra Investment Day 2026 sebagai forum pro
Ekonomi
Medan, MPOL Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara berkolaborasi dengan Indonesia Fashion Chamber (IFC) Chapter Medan m
Sumatera Utara
Taput, MPOL Letkol Arm. Kiky Hardian, S.Sos di lingkungan TNI AD khususnya Korem Kawal Samudera dipercayakan menjabat Dandim 0210/TU mengga
Sumatera Utara
Kotapinang, MPOL Upaya memperkuat sinergi antar penegak hukum terus dibangun di Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Kepala Lembaga Pemasyarakat
Sumatera Utara
Medan, MPOL Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi penjualan aluminium alloy PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menghadirkan dua saksi
Hukum
Serdang Bedagai, MPOL Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) bahas penyem
Sumatera Utara
Serdang Bedagai, MPOL Ahli waris guru sekolah minggu almarhumah Arihta Br Ginting, seorang pelayanan gereja di Kecamatan Silinda Kabupaten
Sumatera Utara
Serdang Bedagai, MPOL Truk colt diesel hantam sepeda motor Honda Vario 125 hitam tanpa nomor polisi, Jumat (24/7/2026) sekira pukul 01.00
Peristiwa