Belawan, MPOL -
Bea Cukai Belawan menggelar forum coffee morning pada Selasa (22/04). Forum antara Bea Cukai (BC) Belawan dengan para penerima layanannya (importir, eksportir, perusahaan pengurusan jasa kepabeanan (
PPJK) dan agen pelayaran), adalah ajang beranjangsana, mempererat silaturahmi sekaligus kesempatan dialog menghadapi tantangan logistik di Pelabuhan Belawan.
Baca Juga:
Dalam pembukaan Kepala Kantor
Bea Cukai Belawan, Agus Sujendro, menyampaikan visinya dalam memimpin
Bea Cukai Belawan: memastikan kecepatan, transparansi layanan untuk menjamin kepastian usaha. Dengan pendekatan risk based control dan memastikan fairness dalam pelayanan, Bea Cukai mendorong kepatuhan pengguna jasa dan memastikan standar layanan yang tinggi. Agus menegaskan bahwa perbaikan lingkungan logistik di Belawan adalah hasil sinergi bersama seluruh pihak dan meminta semua pihak membantu menjaga profesionalitas dan integritas pegawai
Bea Cukai Belawan.
Menyoroti target penerimaan, realisasi kuartal satu tercatat sebesar Rp433,6 miliar, setara 25,96 persen dari target yang ditetapkan pemerintah. Secara year-on-year, penerimaan pada periode ini turun dari 34 persen pada kuartal satu tahun sebelumya. "Ini menjadi tantangan bagi kami untuk terus mengoptimalkan penerimaan negara demi mendukung pembangunan perekonomian," ujarnya.
Di sisi layanan, Agus mengangkat dwelling time (DT) sebagai isu utama untuk dicarikan solusi bersama. Awal tahun 2026 angka DT sempat menyentuh 4,3 hari, dan bertahap menjadi 4,01 hari per akhir Maret 2026. "DT adalah salah satu parameter utama kecepatan layanan dan adalah tanggung jawab bersama dan tidak bisa diselesaikan Bea Cukai sendiri.
Bea Cukai Belawan terus memantau dan berkoordinasi dengan seluruh pihak di kawasan pelabuhan untuk menekan angka tersebut.
Dari sisi pengawasan, dalam triwulan pertama 2026
Bea Cukai Belawan telah melakukan 54 kali penindakan dalam rangka pengamanan penerimaan negara, perlindungan industri dalam negeri, dan pencegahan masuknya barang yang dilarang.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi terbuka dengan para peserta. Pengguna jasa menyampaikan kendala yang mereka hadapi dan harapan-harapannya di tengah berbagai tantangan geopolitik dan ekonomi yang ada. Sejumlah pelaku usaha juga mengapresiasi kinerja dan perbaikan yang telah dilakukan
Bea Cukai Belawan dan berharap tetap terjaga ke depannya.
Menanggapi permasalahan dan keluhan pengguna jasa, Agus Sujendro menyampaikan sejumlah langkah konkret yang telah dan akan dilakukan
Bea Cukai Belawan. Beberapa waktu terakhir telah aktif didiskusikan solusi atas masalah yang ada di Pelabuhan Belawan. Dalam pekan ini,
Bea Cukai Belawan akan mengundang pemangku kepentingan di kawasan pelabuhan untuk perbaikan proses logistik.
Importir, eksportir, dan
PPJK juga diingatkan untuk memastikan kebenaran dan kelengkapan dokumen pemberitahuan pabean sebelum diajukan. Agus Sujendro menyampaikan hambatan sering bermula dari kesalahan kecil di dokumen yang mengharuskan BC melakukan pendalaman. "Perusahaan yang patuh akan kami permudah. Beritahukan dokumen sesuai kondisi sebenarnya, cek dan ricek sebelum disubmit. Ini tanggung jawab bersama," tegasnya.
Agus Sujendro menutup forum dengan ajakan meningkatkan semangat kolaborasi. "Belawan adalah pintu gerbang utama Sumatera. Keberhasilan logistik di sini bukan hanya tanggung jawab Bea Cukai. Itu adalah usaha dan sinergi bersama seluruh pihak. Kalau kita berjalan bersama, logistik akan semakin lancar dan perekonomian Sumatera Utara akan terus bertumbuh," pungkasnya. (Rin)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani