Selasa, 05 Mei 2026

Seremonial Megah, Kubangan Nyata Lapangan SBBK Uji Keseriusan Visi–Misi Bupati Fery Syahdian

Candra Siregar - Senin, 04 Mei 2026 22:05 WIB
Seremonial Megah, Kubangan Nyata Lapangan SBBK Uji Keseriusan Visi–Misi Bupati Fery Syahdian
Kondisi kubangan saat pemberangkatan jemaah haji Labusel di kloter X, pintu keluar kedaraan jemaah dan masyarakat keluar.
Kotapinang, MPOL - Khidmatnya pelaksanaan Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Senin (04/05/2026) di kawasan SBBK, seharusnya menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Baca Juga:
Namun di balik barisan rapi para pejabat dan kehadiran Bupati Fery Sahputra Simatupang dengan wakilnya Syahdian Purba Siboro, Bupati sebagai pembina upacara terselip ironi yang sulit ditutupi, kondisi infrastruktur di lokasi justru jauh dari kata layak.

Padahal kritikan tajam datang buat pemerintah, di beberapa hari saat pemberangkatan 147 jemaah haji Kloter X di lokasi yang sama, kekecewaan juga sempat mencuat. Keluarga pengantar mempertanyakan keberadaan kubangan air bercampur lumpur di area lapangan. Pertanyaan sederhana namun tajam pun muncul, apakah kondisi ini luput dari perhatian instansi terkait dan pimpinan daerah?

Ironi kian terasa mengingat setiap akhir pekan, Lapangan SBBK rutin digunakan masyarakat untuk berolahraga bersama pemerintah daerah. Namun, kubangan air di pintu keluar seolah menjadi pemandangan yang dibiarkan berulang, tanpa ada tanda-tanda pembenahan serius.

Dalam keterangannya, Jandra Saragih Sekretaris PUPR menyebut pengelolaan gedung, pagar, dan halaman SBBK berada di bawah kewenangan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab). Ia menegaskan, pihaknya hanya dapat bertindak jika ada arahan melalui Kabag Umum.

Pernyataan ini mengindikasikan adanya sekat koordinasi yang kaku dalam pengelolaan fasilitas publik.

Hal senada juga sebelumnya disampaikan Kabag Umum Hafni, yang akrab disapa Bunda. Ia menjelaskan bahwa tanggung jawab pihaknya terbatas pada perawatan gedung, penerangan, kebersihan, serta dukungan kegiatan.

Sementara lapangan, pagar, gapura, hingga halaman depan disebut bukan menjadi kewenangan mereka, terang Bunda.

Di tengah saling lempar tanggung jawab tersebut, fakta di lapangan berbicara lebih keras. Usai upacara, kendaraan dinas berplat merah tampak melintasi kubangan air di pintu keluar SBBK. Pemandangan ini tak hanya merusak estetika, tetapi juga mencoreng citra daerah dihadapan masyarakat.

Kondisi Lapangan SBBK yang seharusnya menjadi ikon kebanggaan daerah kini terlihat semrawut. Penataan lapak pedagang tidak tertib, hamparan rumput nyaris hilang, serta fasilitas toilet umum yang mampet menimbulkan bau tak sedap akibat buruknya pengelolaan limbah dan drainase.

Situasi ini memantik pertanyaan publik, "di mana letak implementasi visi dan misi pembangunan yang selama ini digaungkan?" Masyarakat menilai persoalan ini bukan sekadar teknis, melainkan cerminan lemahnya pengawasan serta minimnya tindakan nyata dari pimpinan daerah.

Warga berharap Bupati Fery Sahputra tidak hanya hadir dalam seremoni, tetapi juga menunjukkan keberpihakan melalui aksi konkret. Dalam pembenahan lapangan SBBK yang menjadi kebutuhan mendesak, agar kembali menjadi ruang publik yang bersih, tertata, dan benar-benar mencerminkan wajah Labuhanbatu Selatan yang diharapkan masyarakat.***

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru