Minggu, 24 Mei 2026

Bungkam Dikonfirmasi, Kapolsek Medan Timur Terkesan Tutupi Kasus Begal

Ardi Yanuar - Sabtu, 23 Mei 2026 23:31 WIB
Bungkam Dikonfirmasi, Kapolsek Medan Timur Terkesan Tutupi Kasus Begal
Ardi.
Polsek Medan Timur.
Medan, MPOL -Kapolsek Medan Timur, Kompol Agus Manimbul Butarbutar terkesan menutupi kasus begal yang terjadi di wilayah hukumnya. Indikasi itu muncul setelah awak media mencoba mengonfirmasi peristiwa kejahatan jalanan-pencurian dengan kekerasan (curas) kepada Agus, namun ia malah memilih bungkam.

Baca Juga:
Konfirmasi yang dilayangkan sejak, Sabtu (23/5/2026) siang hingga berita ini dinaikkan, Agus sama sekali tidak mau merespons. Hal itu menandakan bahwa orang yang 'berkuasa' di Polsek Medan Timur itu tidak paham tentang undang-undang (UU) pers dan keterbukaan informasi publik.

Padahal, dalam menjalankan tugas jurnalistik, wartawan yang mencari, memperoleh dan menyajikan informasi selalu mengutamakan konfirmasi agar berita menjadi berimbang.

Sebelumnya, wilayah hukum Polsek Medan Timur kini menjadi momok menakutkan bagi masyarakat yang melintas di waktu malam hingga dini hari. Hal ini membuktikan lokasi rawan kejahatan jalanan kembali muncul, terutama pencurian dengan kekerasan (curas) yang biasa disebut begal.

Bukan tanpa alasan, seorang pria menjadi korban pembegalan oleh sekelompok pelaku saat melintas di Jalan Krakatau, Kecamatan Medan Timur. Akibatnya, korban Ridho Tri Syahputra (21) kehilangan sepeda motor Honda Vario warna putih yang dirampas pelaku. Sebelum motornya dirampas, korban yang tinggal di Jalan Perwira II, Medan Timur, ini lebih dulu dipepet komplotan pelaku lalu diancam dengan senjata tajam (sajam) jenis celurit.

"Saya baru pulang kerja di Stasiun Kereta Api Medan sekitar jam 4 subuh. Pas pulang, lewat Jalan Krakatau dipepet dan dihadang sejumlah pelaku berjumlah 7-8 orang mengendarai empat sepeda motor berboncengan. Setelah dicegat, satu pelaku turun mengancam saya dengan celurit," kata korban kepada Medan Pos, Sabtu (23/5/2026) siang.

Pramugara Kereta Api Indonesia (KAI) itu mengaku tidak ada mengalami firasat buruk ataupun merasa diikuti oleh para pelaku. Malangnya, tiba-tiba saja saat hendak sampai ke rumahnya, korban dibegal komplotan pelaku. Karena jumlah pelaku yang cukup banyak dan membawa sajam, korban yang sudah ketakutan dan merasa jiwanya telah terancam kemudian hanya bisa pasrah walau sempat berteriak meminta pertolongan.

"Kejadiannya, Jumat (22/5/2026) sekira pukul 04.30 WIB. Saya dicegat, yang saya ingat yang didepan memakai hoodie warna hitam. Mereka (pelaku) memang ramai sekali. Lalu, pelaku yang berada di belakang turun mendekati saya sambil mengacungkan celurit ke arah wajah saya. Mereka membawa (menenteng) 4 celurit," ungkapnya.

"Ada ibu-ibu yang lagi bakar sampah di dekat situ, ibu itu pun gak berani juga, ramai kali pelakunya," katanya.

Akibat dari peristiwa yang dialaminya, korban sangat berharap agar para pelaku segera ditangkap dan sepeda motornya yang digunakan untuk mencari nafkah itu bisa kembali. Apalagi, masyarakat sudah sangat resah karena maraknya aksi begal.

Kapolsek Medan Timur, Kompol Agus M. Butarbutar ketika dikonfirmasi terkait kejadian tersebut dan rawannya kejahatan jalanan di wilayah hukumnya, enggan menjawab. *

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ardi Yanuar
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru