Pramugara Kereta Api Indonesia (
KAI) itu mengaku tidak ada mengalami firasat buruk ataupun merasa diikuti oleh para pelaku. Malangnya, tiba-tiba saja saat hendak sampai ke rumahnya, korban di
begal komplotan pelaku. Karena jumlah pelaku yang cukup banyak dan membawa sajam, korban yang sudah ketakutan dan merasa jiwanya telah terancam kemudian hanya bisa pasrah walau sempat berteriak meminta pertolongan.
Baca Juga:
"Kejadiannya, Jumat (22/5/2026) sekira pukul 04.30 WIB. Saya dicegat, yang saya ingat yang didepan memakai hoodie warna hitam. Mereka (pelaku) memang ramai sekali. Lalu, pelaku yang berada di belakang turun mendekati saya sambil mengacungkan
celurit ke arah wajah saya. Mereka membawa (menenteng) 4
celurit," ungkapnya.
"Ada ibu-ibu yang lagi bakar sampah di dekat situ, ibu itu pun gak berani juga, ramai kali pelakunya," katanya.
Akibat dari peristiwa yang dialaminya, korban sangat berharap agar para pelaku segera ditangkap dan sepeda motornya yang digunakan untuk mencari nafkah itu bisa kembali. Apalagi, masyarakat sudah sangat resah karena maraknya aksi
begal.
Kapolsek Medan Timur, Kompol Agus M. Butarbutar ketika dikonfirmasi terkait kejadian tersebut dan
rawannya
kejahatan jalanan di wilayah hukumnya, enggan menjawab. *
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News