Sabtu, 06 Juni 2026

4 Hari Kabel Listrik Jatuh ke Atap Seng Rumah Warga Tak Ditangani : Apa PLN Medan Tunggu Korban Jiwa...?

Iwan Suherman - Sabtu, 06 Juni 2026 13:23 WIB
4 Hari Kabel Listrik Jatuh ke Atap Seng Rumah Warga Tak Ditangani : Apa PLN Medan Tunggu Korban Jiwa...?
Ist
Kabel listril jatuh di atap seng rumah warga.
Medan, MPOL -

Baca Juga:
Hingga kini diduga respons pelayanan PT PLN terkesan buruk, dan kembali menjadi sorotan.

Rabu (3/5/26) malam kemarin, setelah hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Medan.

Sebuah kabel listrik jatuh dan menempel di atap seng salah satu rumah warga di Jalan Pimpinan Gang Wisma No. 8A, Kota Medan.

Akibatnya, telah menimbulkan percikan api berulang kali sejak kejadian.

Akan tetapi, hingga Sabtu (6/6/26), kondisi berbahaya tersebut belum juga mendapat penanganan dari pihak PLN.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi penghuni rumah maupun warga sekitar.

Selain berpotensi memicu kebakaran, kabel putus yang bersentuhan dengan seng dikhawatirkan dapat menyebabkan seng dialiri listrik dan mengancam keselamatan jiwa warga.

Pemilik rumah mengaku telah berupaya melaporkan kejadian tersebut melalui berbagai saluran resmi PLN.

Pengaduan bahkan telah tercatat dalam sistem layanan PLN 123 dengan nomor laporan G1226060402426.

Namun, hingga beberapa hari setelah laporan dibuat, belum terlihat adanya tindakan nyata di lokasi.

Tak hanya melalui layanan pengaduan pelanggan, upaya meminta bantuan juga dilakukan dengan menghubungi pihak Humas PLN Area Medan, termasuk kepada Manajer PLN UID (Unit Induk Distribusi) Sumut, disebut bernama Dharma Saputra.

Harapannya, potensi bahaya yang mengancam keselamatan warga dapat segera ditangani.

Namun menurut warga, permintaan tersebut belum membuahkan respons yang memadai.

Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan Perusahaan Listrik Negara tersebut.

Salah seorang warga Medan, biasa dipanggil Iwan Panjiwinata menilai PLN terkesan lamban merespons laporan yang menyangkut keselamatan masyarakat.

"Apa tunggu ada korban jiwa baru PLN bergerak?" ujar Iwan dengan nada kesal.

Bahkan kata Iwan, dirinya udah berulang
kali menghubungi Manajer PLN UID Sumut, Dharma Saputra namun tidak ditanggapi.

"Saya telpon tak diangkat, dan saya sms via aplikasi WhatsAAp tidak dibalas juga," ungkapnya.

Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar gangguan teknis biasa, melainkan ancaman nyata yang sewaktu-waktu dapat berujung pada tragedi apabila terjadi kebocoran arus listrik atau korsleting yang memicu kebakaran.

Iwan juga menyoroti adanya kesan standar ganda dalam pelayanan PLN.

Ia menilai perusahaan tersebut sangat cepat bertindak ketika pelanggan menunggak pembayaran listrik, namun justru lamban saat masyarakat membutuhkan penanganan darurat terkait keselamatan jiwa.

"Kalau pelanggan terlambat membayar listrik, PLN sangat cepat melakukan pemutusan. Tapi ketika ada laporan yang berpotensi mengancam nyawa warga, responsnya justru sangat lambat," bebernya.

Hingga berita ini ditulis, kabel listrik yang dilaporkan jatuh ke atap seng rumah warga tersebut disebut masih belum ditangani.

Warga mendesak PLN segera turun ke lokasi sebelum terjadi insiden yang tidak diinginkan.

Masyarakat berharap PLN tidak menunggu munculnya korban atau kerugian yang lebih besar untuk bertindak.

Sebab dalam persoalan kelistrikan, keterlambatan penanganan bukan hanya soal pelayanan, tetapi menyangkut keselamatan manusia.(*)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Iwan Suherman
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru