Minggu, 09 Agustus 2026

Proyek Jalan Rp30 Miliar di Batu Bara Mulai Dikerjakan, Warga Soroti Drainase dan APD Pekerja

Muhammad Amin - Minggu, 09 Agustus 2026 17:13 WIB
Proyek Jalan Rp30 Miliar di Batu Bara Mulai Dikerjakan, Warga Soroti Drainase dan APD Pekerja
Muhammad Amin
Pekerja melakukan pemerataan badan jalan dan pembangunan drainase pada proyek jalan Pangkalan Dodek–Nenassiam, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Sabtu (8/8/2026).
Batu Bara, MPOL - Proyek pembangunan jalan yang menghubungkan Kelurahan Pangkalan Dodek hingga Desa Nenassiam, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, mulai dikerjakan. Proyek yang diinformasikan bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara dengan nilai sekitar Rp30 miliar itu telah lama dinantikan masyarakat.

Baca Juga:
Pantauan wartawan, Minggu (9/8/2026), sejumlah pekerja mulai melakukan pemerataan badan jalan serta pembangunan drainase di sepanjang jalur tersebut.

Pembangunan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sebelumnya, warga mengeluhkan kondisi jalan yang banyak berlubang sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Saat musim kemarau, kondisi jalan juga menimbulkan debu, sementara pada musim penghujan sejumlah titik disebut rawan tergenang.

Meski demikian, warga berharap pembangunan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memiliki kualitas yang baik dan mampu bertahan dalam jangka panjang.

Salah satu perhatian warga adalah sistem drainase. Mereka meminta ketinggian dan kapasitas drainase disesuaikan dengan kondisi permukiman agar pembangunan tidak justru menimbulkan persoalan baru saat musim hujan.

"Drainase ini dibuat untuk mengalirkan air, termasuk kalau nanti ada kiriman air dari Simalungun. Kalau dikerjakan asal-asalan, kami khawatir tidak bertahan lama. Ketinggian drainase juga harus sesuai dengan kondisi permukiman. Kalau tidak, warga bisa kebanjiran dan jalan yang dibangun juga bisa cepat rusak karena tergerus limpasan air," ujar seorang warga.

Papan Proyek Tak Terlihat di Titik Pengerjaan

Selain kualitas pekerjaan, transparansi proyek turut menjadi perhatian. Saat wartawan melakukan pemantauan di lokasi Desa Nenassiam pada Sabtu (8/8/2026), papan informasi proyek tidak terlihat di titik pekerjaan.

Seorang pekerja yang ditemui wartawan mengatakan papan proyek berada di Kelurahan Pangkalan Dodek.

"Plang proyek di Kelurahan Pangkalan Dodek," katanya.

Keberadaan papan informasi penting agar masyarakat dapat mengetahui informasi dasar proyek, seperti sumber anggaran, nilai pekerjaan, pelaksana, konsultan pengawas dan waktu pelaksanaan.

Gunakan Air Parit untuk Campuran

Dalam pengerjaan drainase, seorang pekerja mengaku menggunakan air parit yang berada di sekitar lokasi karena tidak tersedia air bersih.

"Kami gunakan air parit karena tidak ada air bersih, tapi airnya tawar dan bersih," ungkap pekerja.

Pekerja tersebut juga mengatakan pekerjaan drainase tidak menggunakan cerocok maupun batu kerikil.

"Enggak pakai cerocok, Bang, dan enggak pakai kerikil," ujarnya.

Dari pantauan wartawan, terlihat proses pencampuran pasir dan semen menggunakan air dari parit sekitar proyek.

Namun, untuk memastikan apakah material dan metode pengerjaan tersebut telah sesuai dengan spesifikasi teknis proyek, diperlukan penjelasan dari pihak pelaksana maupun pengawas pekerjaan.

APD Pekerja Turut Disorot

Aspek keselamatan kerja juga menjadi perhatian. Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah pekerja tidak terlihat menggunakan alat pelindung diri (APD).

Masyarakat berharap pelaksana proyek memperhatikan keselamatan pekerja serta memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai standar keselamatan dan ketentuan teknis yang berlaku.

Warga juga meminta pemerintah melalui instansi terkait melakukan pengawasan terhadap seluruh tahapan pekerjaan, termasuk kualitas material, konstruksi drainase, elevasi jalan dan dampak pembangunan terhadap lingkungan permukiman.

Dengan nilai proyek yang disebut mencapai sekitar Rp30 miliar, masyarakat berharap pembangunan jalan Pangkalan Dodek–Nenassiam benar-benar memberikan manfaat jangka panjang dan dikerjakan secara transparan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek dan instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait nilai kontrak, spesifikasi teknis, penggunaan air parit, material drainase maupun penggunaan APD pekerja.

Pihak terkait diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab guna melengkapi pemberitaan. (MA)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru