Samosir, MPOL -
Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, didampingi
Bupati Samosir Vandiko T Gultom bersama Kelompok Tani St. Adrianus Peajolo dan Kelompok Tani Lamtama, melakukan penanaman serentak bawang putih di Desa Maduma, Kecamatan Simanindo, Rabu (19/8/2026).
Baca Juga:
Tampak hadir pada acara penanaman itu, Kapolres
Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, Ketua DPRD
Samosir Nasip Simbolon, Wabup
Samosir Ariston Tua Sidauruk, Tokoh Masyarakat dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan
Samosir Tumiur Gultom.
Bupati Samosir Vandiko T Gultom, mengatakan kegiatan penanaman bawang putih adalah salah satu wujud nyata dukungan kita atas salah satu dari delapan program asta cita Presiden Prabowo Subianto, yakni meningkatkan ketahanan pangan.
''Bahwasanya, perlu diketahui kebutuhan bawang putih secara nasional 600.000 ton dan dari 600.000 Ton itu sekitar 80% dari luar negeri (impor-red), artinya produksi bawang putih kita hanya 20% dari kebutuhan nasional," imbuh Vandiko.
"Ini peluang emas bagi kita untuk melakukan penanaman bawang putih untuk memenuhi kebutuhan nasional akan bawang putih guna meningkatkan perekonomian petani untuk kesejahtraan petani," ujarnya.
Untuk Pulau Sumatera, hanya dua provinsi berhasil menanam bawang putih dan salah satunya Sumatra Utara. Di Sumut ada 3 Kabupaten yaitu Kabupaten
Samosir, Humbahas dan Pakpak Bharat.
Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto,, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program percepatan swasembada bawang putih Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan serentak di 17 provinsi.
"Penanaman bawang putih ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong terwujudnya swasembada bawang putih," ujar Whisnu.
Menurutnya, kegiatan itu mengacu pada Surat Telegram Kapolri Nomor ST/16888/VIII/OPS.4.1./2026 tertanggal 6 Agustus 2026 tentang pelaksanaan penanaman bawang putih serentak di 17 provinsi.
"Khusus di Sumatera Utara, kita telah membentuk Tim Satgas Percepatan Swasembada Bawang Putih Tahun Anggaran 2026. Kita ingin program ini berjalan secara nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.
Penanaman bawang putih di Desa Maduma dilakukan di lahan seluas 0,32 hektare atau sekitar 8 rante. Bibit yang disiapkan sebanyak 105 kilogram.
"Lahan yang kita siapkan sekitar 0,32 hektare dengan 105 kilogram bibit bawang putih. Namun, yang paling penting bukan hanya penanamannya. Setelah ditanam harus dirawat, dipelihara, sampai nanti menghasilkan," tegasnya.
Whisnu berharap Desa Maduma dapat menjadi salah satu lokasi pengembangan bawang putih di Kabupaten
Samosir.
"Kita berharap Desa Maduma bisa menjadi salah satu titik pengembangan bawang putih di
Samosir. Kita akan terus mendorong sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dinas terkait, kelompok tani, pemilik lahan, dan masyarakat," ujarnya.
"Kelompok tani merupakan bagian penting dalam program ini. Kita ingin produktivitas pertanian meningkat, ketahanan pangan semakin kuat, dan pada akhirnya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," katanya.
Masyarakat dan petani berharap kegiatan ini tidak berhenti pada seremonial semata. Mereka meminta dukungan nyata berupa pendampingan, ketersediaan pupuk bersubsidi, alat pertanian seperti traktor, hingga jaminan sumber air.
"Harapan kami pemerintah benar-benar memfasilitasi petani, terutama pupuk subsidi, traktor dan sumber air. Dengan begitu, penanaman bawang putih ini dapat berjalan dengan baik dan hasilnya maksimal," ujar salah satu warga. (TS)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani