Lubukpakam, MPOL - Permasalahan lingkungan yang terus di genjot oleh pemerintahan Pabowo memang sudah sangat memprihatinkan, hampir seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia memiliki permasalahan yang sama yaitu sampah yang menumpuk baik itu di pinggiran jalan maupun ditempat pembuangan akhir sampah, tentu saja harapan pemerintah pusat adalah untuk menjadikan kabupaten/kota sebagai kota yang ramah lingkungan dan juga sehat.
Baca Juga:
Tentu saja program pemerintah pusat ini sangat direspon dengan cepat oleh pemerintah di kabupaten/kota di seluruh Indonesia, terbukti Kabupaten Samosir meraih peringkat Terbaik I se-Sumatera untuk kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia pada Agustus 2026, serta mendapatkan bantuan senilai Rp 2 miliar untuk mendukung program kebersihan.
Prestasi ini melengkapi sertifikat "Menuju Kota Bersih" yang diraih pada awal tahun 2026.
Bagaimana dengan daerah lain? Tentu pertanyaan ini menjadi hal yang sangat sensitive bagi daerah yang ada di Indonesia khususnya di Sumatera Utara, sebagai warga yang berdomisili di Deli serdang tentu kami juga merasa penangan sampah sangat mengusik kami, karena sampah di deliserdang juga sangat mengganggu pemandangan apalagi di pagi hari.
Awal pemerintahan Bupati deli serdang yang di Pimpin Oleh Bapak dr. Asruluddin Tambunan sangat konsen terhadap permasalahan kebersihan lingkungan terutama sampah yang dihasilkan dari rumah tangga yang menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi pemerintah deli serdang, Program SIMPASTATIN di
Deli Serdang adalah Sistem Pengangkutan Sampah Terpadu dan Terintegrasi, sebuah program strategis dari Pemerintah Kabupaten
Deli Serdang yang diluncurkan pada Januari 2026. Program ini bertujuan untuk membenahi pengelolaan sampah dari hulu ke hilir serta memperpendek rantai pengangkutan sampah di kawasan permukiman dan pasar.
Tentu saja program ini harus di apresiasi dengan baik Menjadikan wilayah seperti Lubuk Pakam sebagai pilot project atau percontohan kawasan, lalu pada bulan Mei Pemerintah Kabupaten
Deli Serdang Juga telah mempercepat proses dukungan terhadap penanganan sampah dengan mendatangkan mesin pemilah sampah, awalnya kami yakin bahwa Pemerintah Kabupaten Deli serdang semakin serius untuk menyelesaikan permasalahan sampah apalagi bantuan Becak Motor untuk mengangkut sampah dari rumah tangga digelontorkan ke kecamatan Percut Sei Tuan untuk mempercepat pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Sementara.
Namun apa dinyana, kegiatan yang dibuka dengan acara yang begitu meriah yang diresmikan langsung oleh Bapak Bupati
Deli Serdang dr. Asri Ludin Tambunan hanya bertahan tidak lebih dari 2 bulan saja, karena setelah itu kami melihat tidak ada lagi aktifitas pengelolaan sampah secara baik, bahkan sampai saat ini aktifitas mesin untuk pemilahan sampah tidak bekerja lagi, dan nasibnya sama dengan mesin Insenerator yang sebelumnya telah di adakan pada tahun sebelumnya.
Tentu saja kinerja dari Pemkab DSini sangat mengecewakan, karena program yang dilaksanaan untuk penanganan sampah tidak berjalan sebagaimana harapan masyarakat dan sepertinya, Bupati
Deli Serdang bekerja hanya ingin terlihat baik di media social maupun media masa, apalagi pengadaan mesin yang diresmikan pada bulan mei tersebut merupakan anggaran yang dipakai dari dana APBD Kabupaten
Deli Serdang, tentu saja penghamburan anggaran belanja daerah ini sangat disayangkan mengingat kita sekarang ini lagi mengencangkan ikat pinggang anggaran dengan program efisiensi.
Untuk itu, kami meminta kepada Bapak Bupati
Deli Serdang dr. Asri Ludin Tambunan agar serius untuk menangani permasalah sampah yang sulit sekali diselesaikan lebih dari dua dekade pemerintahan di Kabupaten
Deli Serdang ini.
Salam Pejuangan
Konsorsium Masyarakat Peduli Lingkungan dan Sanitasi
FAISAL AGUS
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Baringin MH Pulungan