Kamis, 27 Agustus 2026

Menko Polkam Berikan Bantuan Rp 250 Juta Untuk Dana Oparasional Desa Pasca Bencana Adiankoting, Bukan Untuk Masyarakat

Darwin Manalu - Kamis, 27 Agustus 2026 20:07 WIB
Menko Polkam Berikan Bantuan Rp 250 Juta Untuk Dana Oparasional Desa Pasca Bencana Adiankoting, Bukan Untuk Masyarakat
Ist
Menko Polkam Djamari Chaniago saat memberikan bantuan spontanitas sebagai pengganti oleh-oleh ke Kades se Kecamatan Adiankoting yang diterima Kades Dolok Nauli Jonas Aritonang.
Taput, MPOL -Kunjungan Menko Polkam Djamari Chaniago ke HKBP Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara, pada 4 Desember 2025 yang lalu saat beberapa desa dilanda banjir dan longsor.

Baca Juga:
Atas kunjungan itu, rasa kemanusiaan Djamari Chaniago membuat kesedihan masyarakat terdampak bencana seakan terhibur.

Dimana, selain membagikan sembako, Menko Polkam juga memberikan amplop langsung ke masyarakat.

Selain memberikan bantuan sosial, Djamari juga memberikan bantuan spontanitas kepada 16 Kepala Desa (Kades) sebesar Rp250 juta yang disebut sebagai pengganti oleh-oleh yang diterima Kades Dolok Nauli Jonas Aritonang.

Pada saat itu hamya empat kepala desa yakni Kepala Desa Dolok Nauli Jonas Aritonang, Kepala Desa Banuaji I Ruhut Sipahutar, Kepala Desa Banuaji IV Alex Tobing dan Kepala Desa Banuaji II Nenny Simanjuntak disebut mewakili pemberian yang diberikan Menko Polkam sebagai pengganti oleh-oleh.

Menurut Kepala Desa Dolok Nauli Jonas Aritonang, uang tersebut bukan bantuan yang dibagikan kepada masyarakat.

" Benar saya yang menerima bantuan spontanitas pengganti kepada kepala desa diperuntukkan untuk membantu dana operasional desa 'tegasnya.

Sementara untuk masyarakat, Menko Polkam sudah memberikan sembako dan amplop yang dibagikan langsung kepada masyarakat," ucap Jonas Aritonang kepada wartawan, Kamis, (27/8)

Jonas juga mengakui, atas perintah Sekcam Lammiduk Sinaga pada waktu itu untuk menemui Bupati Taput JTP Hutabarat saat hendak pulang untuk meminta arahan mengenai penggunaan dana yang disebut sebagai pengganti oleh-oleh.

" Bupati pada saat itu menyuruh saya agar menyerahkan uang tersebut kepada Lammiduk sambil menunggu koordinasi lebih lanjut, " ujarnya.

Sekitar satu minggu kemudian, Sekcam Lammiduk Sinaga melakukan koordinasi dengan bupati terkait pemanfaatan dana tersebut.

Hasilnya, 16 desa se Kecamatan Adiankoting mendapat bantuan sebesar Rp. 5 juta. Khusus lima desa yang terdampak bencana memperoleh tambahan masing-masing Rp 8 juta sehingga menerima total Rp13 juta.

Kelima desa tersebut yakni Desa Dolok Nauli, Desa Adiankoting, Desa Pagaran Pisang, Desa Sibalanga dan Desa Pagaran Lambung I.

" Penggunaan dana tersebut kemudian dikaitkan dengan kebutuhan operasional desa dan kecamatan dalam menghadapi kondisi pascabencana, " katanya.

Pada saat bencana terjadi, menurut keterangan Lammiduk Sinaga, anggaran masing-masing desa belum tersedia.

Kondisi tersebut membuat sejumlah kebutuhan masyarakat harus terlebih dahulu ditanggulangi, termasuk adanya utang ke sejumlah warung.

Utang yang muncul untuk memenuhi kebutuhan selama masa bencana tersebut kemudian disebut dibayarkan melalui pihak Kecamatan Adiankoting.

Pada Februari 2026, bupati juga disebut kembali memberikan arahan agar pihak kecamatan memanfaatkan dana tersebut untuk kebutuhan di lokasi bencana.

Terpisah, Camat Adiankoting Lammiduk Sinaga saat di mintai keterangannya menyampaikan bahwa benar saat ini masih ada sisa uang dari pengganti oleh- oleh yang diberikan Menko Polkam kepada Kades.

Rencananya dalam waktu dekat, Pihak Kecamatan dan Desa akan melakukan gotong royong secara serentak.

" Dalam waktu dekat, seluruh desa dan pihak kecamatan akan melakukan gotong royong secara serentak se Kecamatan Adiankoting. Kebutuhan untuk kegiatan Gotong Royong kita menggunakan sisa uang yang diberikan Menko Polkam kepada para Kades, " jelasnya.

Dari keterangan Camat dan Kepala Desa, dana Rp250 juta tersebut tidak diposisikan sebagai bantuan langsung kepada masyarakat, melainkan dialokasikan untuk membantu kebutuhan pemerintahan desa dan kecamatan, terutama dalam mendukung penanganan kebutuhan yang muncul akibat bencana.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru