Medan, MPOL : Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) melaksanakan Pelatihan Manajemen Akustik Masjid Batch IV Wilayah Sumatera Utara di Gedung/Aula Majelis Ulama Indonesia (MUI) Medan, kemarin.
Baca Juga:
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari tersebut diikuti sekitar 125 peserta dari Badan Kemakmuran Masjid (BKM) se-Sumatera Utara. Pelatihan ini merupakan bagian dari program PP DMI untuk meningkatkan kemampuan pengurus masjid dalam memahami dan mengelola sistem tata suara (sound system) secara tepat.
Pelatihan ini dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) yang diwakilkan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Parlindungan Pane, M.Si. Turut hadir Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP DMI, Dr. H. Rahmat Hidayat, SH., MT., yang sekaligus menutup rangkaian kegiatan pelatihan.
Juga hadir perwakilan BPJS, Kepala Kanwil Agama
Sumut yang diwakilkan bapak Khairuddin,S.Ag, MA, perwakilan MUI Kota Medan, serta para pengurus BKM dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Kegiatan juga menghadirkan Manager Marketing Paragon, Duwi, SE., dari perusahaan TOA, bagian dari narasumber/pihak yang memberikan pemahaman mengenai perangkat tata suara dan pengelolaan sistem akustik masjid.
Pelatihan Manajemen Akustik Masjid ini dilaksanakan sebagai bentuk perhatian DMI terhadap salah satu persoalan yang kerap ditemukan dalam penyelenggaraan kegiatan tablig danan kegiatan keagamaan di masjid, yakni kualitas suara yang kurang jelas.
Sekretaris Jenderal PP DMI Dr. H. Rahmat Hidayat, SH., MT., menjelaskan bahwa keberadaan sistem tata suara yang baik sangat penting dalam menunjang kenyamanan jamaah. Menurutnya, tidak sedikit masjid yang memiliki perangkat sound system, tetapi kualitas suara yang dihasilkan belum optimal. Salah satu penyebabnya adalah kesalahan dalam penempatan atau tata letak speaker serta pengaturan sistem suara. "Banyak masjid, tetapi ketika khutbah berlangsung suara tidak jelas terdengar karena tata letak speaker yang kurang tepat. Akibatnya, jamaah tidak nyaman mengikuti alur penyampaian khatib," ujarnya.
Persoalan tersebut, lanjutnya, tidak hanya terjadi ketika pelaksanaan salat Jumat dan khutbah, tetapi juga dapat memengaruhi berbagai kegiatan masjid lainnya, seperti pengajian, ceramah, Karena itu, menurutnya, pengurus masjid perlu memiliki pemahaman dasar mengenai manajemen akustik dan tata kelola sound system, sehingga perangkat yang tersedia dapat digunakan secara efektif dan menghasilkan suara yang jelas bagi seluruh jamaah.
Sementara Ketua Pimpinan Wilayah DMI
Sumut Dr.H.(C)Irhamuddin, MA, dalam wawancaranya dengan media mengatakan, kegiatan ini sangat positif dan bermamfaat sekali, sebab banyak masjid masjid di sumut ini yang belum sempurna sound systemnya, ada yang bergema, bergetar storing melenting tinggi, bahkan suaranya berserakan.
Soundnya kuat, tapi apa yang disampaikan, para jamaah tidak dapat memahaminya. karena tidak bersih suaranya. "Nah, kehadiran teknisi TOA dan Paragon sebagai sponsor sangat lah berarti buat BKM BKM masjid, sehingga jamaah betah dan jelas memahami isi yang disampaikan khatib atau penceramah," ujar Irhamuddin Siregar.
Cetak Jutaan Teknisi
Pelatihan Manajemen Akustik Masjid ini merupakan bagian dari program pembinaan PP DMI yang akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai daerah. Sebelum pelaksanaan di Sumatera Utara, PP DMI telah melaksanakan kegiatan pelatihan di Jakarta, Bandung, dan Sumatera Barat.
Sumatera Utara menjadi salah satu wilayah yang menjadi bagian dari rangkaian pelatihan tersebut. Program ini diarahkan untuk membina para pengurus BKM agar semakin melek teknologi tata suara (sound system) dan mampu memahami persoalan dasar akustik masjid.
PP DMI juga merencanakan keberlanjutan program tersebut hingga ke tingkat Pimpinan Daerah (PD) DMI. Program pelatihan diharapkan dapat melahirkan tenaga-tenaga yang memiliki kompetensi dalam bidang tata suara masjid di berbagai daerah.
Dalam program tersebut, PP DMI menargetkan cetak jutaan teknisi sehingga terbentuknya jaringan teknisi sound system masjid dalam jumlah besar, sehingga kebutuhan masjid terhadap tenaga yang memahami tata suara dapat dipenuhi secara lebih baik. Pelatihan lanjutan juga direncanakan kembali dilaksanakan di Jakarta dalam waktu dekat.
Masjid Nyaman Tata Suara Baik
Melalui pelatihan ini, PP DMI berharap para pengurus BKM tidak hanya memahami aspek teknis perangkat sound system, tetapi juga mampu melakukan pengelolaan dan perawatan secara lebih baik. Kualitas suara yang jelas dinilai penting karena masjid bukan hanya tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan dakwah, pendidikan, pembinaan umat, dan berbagai aktivitas sosial keagamaan.
Dengan pengelolaan tata suara yang tepat, pesan yang disampaikan khatib, ustaz, imam, maupun penceramah dapat diterima jamaah dengan lebih jelas dan nyaman. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mewujudkan masjid yang semakin profesional dalam pengelolaan sarana dan prasarana, sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah.
PP DMI berkomitmen untuk melanjutkan program pembinaan tersebut secara berkelanjutan hingga semakin banyak pengurus dan teknisi masjid di berbagai daerah yang memiliki pengetahuan serta keterampilan dalam bidang manajemen akustik dan tata suara masjid. (Rh)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Josmarlin Tambunan