Rabu, 09 September 2026

PT. ASDA Dituding Tak Faham SOP Pengamanan Alat Bukti Dugaan Pencurian, Polres Labuhanbatu Diminta Reaktif

Budi Ardiansyah - Rabu, 09 September 2026 15:22 WIB
PT. ASDA Dituding Tak Faham SOP Pengamanan Alat Bukti Dugaan Pencurian, Polres Labuhanbatu Diminta Reaktif
Ist
Tampak Pos PT. ASDA Desa Janji Kecamatan Bilah Barat Kabupaten Labuhanbatu.
Labuhanbatu, MPOL -- Selayaknya, setiap perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia dapat memahami Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam konteks pengamanan alat bukti pada kasus dugaan pencurian di lingkungan perkebunan.

Baca Juga:
Tampaknya, penerapan SOP yang merupakan rangkaian instruksi tertulis dan dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan aktivitas, serta cara melakukan pekerjaan secara konsisten, di PT. ASDA dianggap hanya teoritis semata dan tidak menjadi dasar patokan kerja para tenaga pengamanan.

Seperti halnya, telah terjadi diduga adanya pencurian Tandan Buah Segar (TBS) di lingkungan perkebunan PT. ASDA yang terletak di Desa Janji Kecamatan Bilah Barat Kabupaten Labuhanbatu, pada Kamis (27/8/2026) belum lama ini. Dimana, pihak Satuan Pengamanan (Satpam) dinilai secara membabi buta mengamankan 2 unit sepeda motor milik warga yang sedang memancing.

"Kami pergi memancing, sorenya kami balik ke pos Regar, kereta kami sudah gak ada disitu. Kami sempat khawatir kalau kereta itu di curi orang. Setelah pulang, rupanya kereta itu sudah di Pos Satpam PT. ASDA, kami pun terkejut, kok bisa sampai kesitu kereta kami?" ucap Arif Kurniawan, warga Desa setempat, mengisahkan.

Ironisnya, dengan langsung memvonis bahwa sepeda motor yang diamankan tersebut adalah barang bukti yang digunakan untuk mencuri, PT. ASDA dengan gagah berani memanggil orang tua selaku pemilik sepeda motor dimaksud untuk dimintai keterangan.

"Besoknya PT. ASDA memanggil bapak saya, dan setelah diperiksa, dijanjikan keretanya akan dipulangkan hari Senin (1/9/2026) kemarin, tapi sampai ini tidak dipulangkan. Bahkan kami telah menerima informasi bahwa keretanya sudah di serahkan ke Polres," ungkap Arif.

Lebih rinci, Arif menyayangkan langkah keliru yang dilakukan pihak PT. ASDA, dimana penyerahan sepeda motor tersebut ke pihak kepolisian seharusnya 1X24 jam saat diamankan. Akan tetapi pihak PT. ASDA melimpahkan persoalan itu ke Polres Labuhanbatu setelah di endapkan 3 hari di Pos Satpam, serta dilimpahkan tanpa ada tersangkanya.

"Itu sesuai Batasan kerja Satpam (Pamswakarsa), penyerahan alat bukti menjadi prosedur wajib dengan catatan harus sesegera mungkin diserahkan. Tentunya, barang bukti yang diamankan juga harus dalam lingkup areal perusahaan setempat, tidak boleh diluar HGU, kecuali tangkap tangan," bilangnya.

Sejatinya, Arif hanya menyarankan kepada PT. ASDA agar sepeda motor yang sehari-harinya digunakan untuk mencari nafkah itu dapat segera dikembalikan, sehingga tidak menjadi polemik yang berkelanjutan.

"Kami hanya meminta agar keretanya itu dikembalikan, karena itu untuk cari makan. Jangan sampai menjadi masalah yang berkepanjangan nantinya," cetusnya.

Terpisah, Firman, Humas PT. ASDA Kebun Janji Kecamatan Bilah Barat Kabupaten Labuhanbatu, ketika dikonfirmasi terkait perihal pengamanan 2 unit sepeda motor milik warga tersebut, dirinya tidak memberikan keterangan jelas, namun dia menjanjikan menyampaikan persoalan itu kepada pimpinan.

Uniknya, ketika di komunikasikan kembali agar dapat bertatap muka dengan wartawan, Firman selalu berdalih dirinya dalam keadaan kurang sehat. Akibat konfirmasi wartawan ini pula, PT. ASDA mendadak melimpahkan 2 unit sepeda motor tersebut ke Polres Labuhanbatu, kendati sebelumnya sudah di endapkan pihaknya selama 3 hari.

Atas penyerahan 2 unit sepeda motor yang diduga kuat tidak ada korelasinya dengan pencurian, dan diamankan berada jauh di luar lingkungan perkebunan ini, diharapkan pihak Kepolisian melalui Satreskrim Polres Labuhanbatu agar lebih profesional dalam penanganannya.

"Harapan kami, bapak Polisi tidak keliru dalam penanganan perkaranya. Jangan sampai karena mereka dari perusahaan dan apa yang mereka laporkan itu selalu benar, sepeda motor itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan pencurian yang dilaporkan mereka," pinta pemuka masyarakat di Desa setempat.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru